Dampak Media Sosial Terhadap Stres, Kecemasan, dan Depresi Pada Mahasiswa: Tinjauan Literatur
Abstract
Penggunaan media sosial yang semakin masif di kalangan mahasiswa kerap membawa dampak rumit bagi kesehatan mental mereka. Kajian ini menyusun tinjauan literatur sistematis untuk menguraikan bagaimana media sosial memengaruhi tingkat stres, kecemasan, serta depresi pada mahasiswa, sekaligus menelusuri mekanisme di baliknya, faktor-faktor yang memperburuk, dan yang bisa melindungi. Kami menganalisis artikel ilmiah nasional maupun internasional terbitan 2021–2025 melalui pencarian di Google Scholar, dengan kriteria ketat pada penelitian orisinal yang relevan. Dari sepuluh studi utama, terlihat pola jelas: semakin tinggi intensitas penggunaan, semakin besar kaitannya dengan peningkatan stres akademik, rasa cemas berlebih, dan gejala depresi. Beberapa jalur utama yang sering muncul adalah perbandingan sosial (social comparison), fear of missing out (FoMO), keinginan kuat akan validasi digital, gangguan pengelolaan waktu, serta kebiasaan ruminasi yang tak henti-hentinya. Di sisi lain, media sosial juga bisa jadi sumber dukungan positif lewat interaksi daring dan informasi kesehatan mental, asal dipakai dengan bijak. Penambahan perspektif dari Yefta & Kusrini (2025) menunjukkan potensi teknologi machine learning untuk deteksi dini melalui analisis teks unggahan (dengan akurasi hingga 96,44%), sementara Dita Maryana dkk. (2025) menyoroti phubbing sebagai bentuk ketergantungan yang mengganggu prioritas akademik, menimbulkan gelisah tanpa ponsel, dan menciptakan paradoks hubungan sosial. Secara keseluruhan, pengaruhnya bersifat kompleks dan tergantung pada pola penggunaan serta tingkat ketergantungan. Kajian ini mendorong adanya edukasi literasi digital dan kebijakan kampus yang lebih proaktif untuk membimbing mahasiswa menggunakan media sosial secara sehat, sehingga risiko bisa ditekan dan manfaatnya lebih optimal.
Keywords:
Depresi, Kecemasan, Mahasiswa, Media Sosial, SetresReferences
Anto, A., Asif, R. O., Basu, A., Kanapathipillai, D., Salam, H., Selim, R., Zaman, J., & Eisingerich, A. B. (2023). Exploring the impact of social media on anxiety among university students in the United Kingdom: Qualitative study. JMIR Formative Research, 7, e43037.
Dwijayanti, A., & Pratiwi, M. M. S. (2025). Social media addiction and mental health among college students. Philanthropy: Journal of Psychology, 9(1), 60–73.
Hidayati. (2020). Psikologi remaja dan media digital. Jakarta: Rajawali Pers.
Hurlock, E. B. (2020). Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan (Edisi Revisi Indonesia). Yoyakarta: Erlangga.
Kaligis, F. (2021). Kesehatan Mental Remaja Indonesia. Jakarta: Gramedia.
Luo, Y., Liang, L., Zhou, H., Qi, X., Xu, J., & Meng, H. (2025). The impact of social media addiction on depression among university students in Wuhan, China: A longitudinal study. BMC Public Health, 25(2279).
Maryana, D., Boer, K. M., Purwanti, S., & Ibrizah, Z. (2025). DAMPAK PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL TERHADAP PERILAKU PHUBBING PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI ANGKATAN 2022. Jurnal Teknologi dan Komputasi, 7(2).
Nayla, M. R. (2024). Memahami dampak media sosial terhadap kesehatan mental mahasiswa. JIMAD: Jurnal Ilmiah Mutiara Pendidikan, 2(1), 44–47.
Rezki, A. N., Naryoso, A., & Pradekso, T. (2023). Hubungan intensitas penggunaan media sosial dengan tingkat stres. Jurnal Ilmu Komunikasi, 5(2), 42-46.
Rizky, A. A., Siregar, D. A., Nasution, D. L., Syaifirah, Q. R., Lubis, S., Situmorang, S., & Lubis, F. (2021). Dampak kecanduan media sosial sebagai pemicu stres akademik mahasiswa UNIMED. Jurnal Psikologi Dinamika, 5(2), 1–7.
Sengkey, M. M., Sinaulan, N. L., Tendean, S., Ninda, H. S., Mangantes, J., & Pratasik, Y. S. (2025). Dampak penggunaan media sosial terhadap kecemasan mahasiswa di Universitas Negeri Manado. Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan, 4(1), 662–670.
Sitanggang, A. S., Ramkar, M. H. K. R., Azhar, N., Pratiwi, A. A., & Saputra, F. D. (2025). Dampak Media Sosial Terhadap Kesehatan Mental Mahasiswa: Kajian Terhadap Korelasi Intensitas Penggunaan dan Tingkat Kecemasan. Inovasi Kesehatan Global, 2(3), 268-277.
Tolla, Y. (2025). Deteksi Stres dan Depresi Unggahan Media Sosial dengan Machine Learning. JURNAL FASILKOM, 15(1), 84-92.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Lupi Hariyanti, Fitri Arnita, Via Nurhayati, Risa Nur Ajijah, Ani Roudhotul Nurjanah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Penulis menyatakan bahwa:
- Semua penulis telah mengetahui dan menyetujui kebijakan ini bersama;
- Naskah artikel ini belum dipublikasikan secara resmi di jurnal atau penerbit dengan ISSN atau ISBN terdaftar, kecuali hanya berupa abstrak atau bagian dari materi kuliah, skripsi, tesis, atau disertasi yang tidak diterbitkan;
- Naskah ini tidak sedang dalam proses evaluasi di jurnal lain dan tidak dipertimbangkan untuk publikasi di tempat lain;
- Semua penulis, institusi afiliasi penulis, otoritas yang berwenang, serta lembaga yang terlibat dalam kegiatan ini telah menyetujui publikasi naskah ini;
- Naskah ini tidak melanggar hak cipta atau mengandung materi yang dapat menimbulkan sengketa hak cipta.
Perjanjian Hak Cipta dan Lisensi:
- Penulis memegang hak cipta dan hak kepemilikan atas artikel ini;
- Penulis berhak menggunakan konten artikel ini untuk karya penulis di masa depan, termasuk untuk bahan kuliah dan buku;
- Penulis memberikan hak publikasi pertama kepada jurnal di bawah lisensi Creative Commons (CC BY 4.0).
Pernyataan Lisensi CC BY 4.0
Anda bebas untuk:
- Bagikan — salin dan distribusikan ulang materi dalam media atau format apa pun untuk tujuan apa pun, bahkan komersial.
- Beradaptasi — mencampur, mengubah, dan mengembangkan materi tersebut untuk tujuan apa pun, bahkan secara komersial.
- Pemberi lisensi tidak dapat mencabut kebebasan ini selama Anda mengikuti ketentuan lisensi.
Dengan ketentuan sebagai berikut:
- Atribusi — Anda harus memberikan penghargaan yang sesuai , menyediakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan . Anda dapat melakukannya dengan cara yang wajar, tetapi tidak dengan cara yang menunjukkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
- Tidak ada batasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau tindakan teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan apa pun yang diizinkan oleh lisensi.








