Dinamika Psychological Well-Being Remaja yang Melakukan Pernikahan Dini
Abstract
Pernikahan dini masih menjadi fenomena yang mengkhawatirkan di Indonesia karena berdampak pada kesejahteraan psikologis remaja yang belum mencapai kematangan emosional dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dinamika psychological well-being pada remaja yang menikah dini dengan fokus pada tiga dimensi teori Ryff, yaitu self-acceptance, autonomy dan positive relations with others.Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode fenomenologi, melalui wawancara mendalam terhadap remaja yang menikah di bawah usia 19 tahun dan telah menjalani pernikahan minimal enam bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pernikahan dini menimbulkan kondisi psikologis yang paradoksal, di mana remaja merasakan kebahagiaan emosional karena kedekatan dengan pasangan, namun juga mengalami tekanan akibat ketidakstabilan ekonomi, keterbatasan otonomi, serta ketergantungan emosional terhadap keluarga. Dukungan sosial, terutama dari keluarga, berperan penting dalam membantu proses adaptasi dan penerimaan diri. Seiring waktu, beberapa remaja mulai menunjukkan pertumbuhan pribadi dan kesadaran terhadap tujuan hidup. Temuan ini menegaskan bahwa psychological well-being remaja yang menikah dini merupakan hasil proses adaptasi dinamis yang dipengaruhi oleh faktor individu, sosial, dan budaya.
Keywords:
Kemandirian, Pernikahan Dini, Kesejahteraan Psikologis, Penerimaan DiriReferences
Badan Pusat Statistik. (2023). Proporsi Perempuan Umur 20-24 Tahun Yang Berstatus Kawin Atau Berstatus Hidup Bersama Sebelum Umur 18 Tahun.
Erikson, E. H. (1968). Identity: Youth and Crisis. New York: Norton.
Fakhriyani, D. V., Sa’idah, I., Kutsiyyah, & Aliyullah, M. (2024). Dinamika Psikologis Perempuan Madura Dalam Pernikahan Pèghâ’ Kaoghân. Alifba Media.
Fatimah, A., & Pertiwi, R. E. (2024). Dinamika Psikologis Pada Remaja Perempuan Yang Mengalami Kehamilan Tidak Diinginkan. 1(2).
Gross, J. J. (2014). Emotion Regulation: Conceptual and Empirical Foundations. In Handbook of emotion regulation (pp. 3–20). New York ,NY: The Guilford Press.
Hadi, A., Asrori, & Rusman. (2021). Penelitian Kualitatif Studi Fenomenologi, Case Study, Grounded Theory, Etnografi, Biografi. Pena Persada.
Herdiansyah, H. (2012). Metodologi penelitian kualitatif untuk ilmu-ilmu sosial. Salemba Humanika.
Indrawati, S. (2022). Financial stress and marital satisfaction among early married couples. Journal of Family Psychology, 36(2), 142–155.
Nuralim, Rizky, M. S., & Aguspriyani. (2023). Teknik pengambilan sampel purposive dalam mengatasi kepercayaan masyarakat pada Bank Syariah Indonesia. Neraca Manajemen, Ekonomi, 3(1).
Papalia, D. E., & Martorell, G. (2021). Experience Human Development (14th ed.). McGraw-Hill.
Putri, A., & Hidayati, F. (2020). Premature role transition in adolescent marriage: A psychosocial analysis. Jurnal Psikologi Perkembangan Indonesia, 9(1), 45–57.
Riansa, A. A., Rosita, A., Azzahra Putri Satriani, Della Fitri Amelia, & Fadia Miftahul Jannah Azhar. (2023). Dinamika Psikologis Pada Individu Yang Sudah Menikah. Proceeding Conference On Psychology and Behavioral Sciences, 2(1), 334–344. https://doi.org/10.61994/cpbs.v2i1.82
Ryff, C. D. (1989). Happiness is everything, or is it? Explorations on the meaning of psychological well-being. Journal of Personality and Social Psychology, 57(6), 1069–1081.
Ryff, C. D. (2014). Psychological well-being revisited: Advances in the science and practice. Psychotherapy and Psychosomatics, 83(1), 10–28.
Santrock, J. W. (2018). Life-Span Development (17th ed.). McGraw-Hill Education.
Sari, M., & Dewi, N. (2019). Peran dukungan sosial terhadap kesejahteraan psikologis pasangan menikah muda. Psikologia: Jurnal Psikologi Indonesia, 15(2), 78–89.
Sona, D., Linsia, R. W., & Irawan, A. W. (2024). Konseling Keluarga Sebagai Media Penguatan Resiliensi Psikologis pada Remaja yang Menjalani Pernikahan Dini. 5(2).
Triyono, T. (2022). Dinamika Psikologis Pengambilan Keputusan Orang Tua Menikahkan Dini Anak Akibat Hamil di Luar Nikah. ANFUSINA: Journal of Psychology, 5(1), 51–72. https://doi.org/10.24042/ajp.v5i1.13367
Yuliani, R., & Widyastuti, D. (2020). Emotional attachment and adjustment among early married adolescents. International Journal of Adolescence and Youth, 25(1), 745–757.
Widyawati, R. (2021). Psychological readiness and decision-making autonomy in adolescent marriage. Asian Journal of Social Psychology, 24(3), 230–242.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Muthiah Anis Atsilah, Selly Moza Abtasari, Juniarti, Anisa Siti Nurjanah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Penulis menyatakan bahwa:
- Semua penulis telah mengetahui dan menyetujui kebijakan ini bersama;
- Naskah artikel ini belum dipublikasikan secara resmi di jurnal atau penerbit dengan ISSN atau ISBN terdaftar, kecuali hanya berupa abstrak atau bagian dari materi kuliah, skripsi, tesis, atau disertasi yang tidak diterbitkan;
- Naskah ini tidak sedang dalam proses evaluasi di jurnal lain dan tidak dipertimbangkan untuk publikasi di tempat lain;
- Semua penulis, institusi afiliasi penulis, otoritas yang berwenang, serta lembaga yang terlibat dalam kegiatan ini telah menyetujui publikasi naskah ini;
- Naskah ini tidak melanggar hak cipta atau mengandung materi yang dapat menimbulkan sengketa hak cipta.
Perjanjian Hak Cipta dan Lisensi:
- Penulis memegang hak cipta dan hak kepemilikan atas artikel ini;
- Penulis berhak menggunakan konten artikel ini untuk karya penulis di masa depan, termasuk untuk bahan kuliah dan buku;
- Penulis memberikan hak publikasi pertama kepada jurnal di bawah lisensi Creative Commons (CC BY 4.0).
Pernyataan Lisensi CC BY 4.0
Anda bebas untuk:
- Bagikan — salin dan distribusikan ulang materi dalam media atau format apa pun untuk tujuan apa pun, bahkan komersial.
- Beradaptasi — mencampur, mengubah, dan mengembangkan materi tersebut untuk tujuan apa pun, bahkan secara komersial.
- Pemberi lisensi tidak dapat mencabut kebebasan ini selama Anda mengikuti ketentuan lisensi.
Dengan ketentuan sebagai berikut:
- Atribusi — Anda harus memberikan penghargaan yang sesuai , menyediakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan . Anda dapat melakukannya dengan cara yang wajar, tetapi tidak dengan cara yang menunjukkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
- Tidak ada batasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau tindakan teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan apa pun yang diizinkan oleh lisensi.








