Penggunaan Gawai terhadap Perubahan Perilaku Impulsif pada Siswa Sekolah
Abstract
Penggunaan gawai yang intensif berpotensi melemahkan kontrol diri dan memicu perilaku impulsif pada siswa sekolah, namun proses subjektif di balik fenomena ini masih jarang dieksplorasi secara mendalam. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dinamika perilaku impulsif yang muncul akibat penggunaan gawai berlebihan pada dua siswa di Kota Palangka Raya melalui pendekatan studi kasus eksploratif. Dua siswa dengan intensitas penggunaan gawai tinggi dipilih sebagai partisipan melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur dan dianalisis secara tematik melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan member checking sebagai salah satu upaya menjaga kredibilitas temuan. Hasil menunjukkan indikasi penurunan kontrol diri yang termanifestasi pada tiga tema utama: aspek konsumtif yang ditandai kecenderungan pembelian impulsif (impulsive buying) di platform belanja daring, aspek emosional berupa kecemasan saat koneksi internet terputus yang sejalan dengan gejala nomophobia, serta aspek akademik berupa prokrastinasi dan penurunan konsentrasi belajar akibat distorsi waktu tidur. Kedua partisipan menunjukkan kesadaran kognitif atas dampak negatif tersebut, namun kesadaran ini bersifat sementara dan belum diiringi perubahan perilaku yang menetap. Temuan ini mengindikasikan pentingnya penguatan regulasi diri melalui kolaborasi pengawasan orang tua dan layanan bimbingan konseling sekolah, meskipun generalisasi temuan perlu dilakukan secara hati-hati mengingat keterbatasan jumlah partisipan.
Keywords:
Impulsive Behavior, Self-Control, Smarthphone Addiction, Studi KasusDOI:
https://doi.org/10.71049/xy7m8273References
Baumeister, R. F., Vohs, K. D., & Tice, D. M. (2007). The strength model of self-control. Current Directions in Psychological Science, 16(6), 351–355. https://doi.org/10.1111/j.1467-8721.2007.00534.x
Digymatex. (2021). Peneliti DIGYMATEX menghubungkan penggunaan ponsel pintar dengan perilaku impulsif. https://digymatex.eu/digymatex-researchers-link-smartphone-use-and-impulsive-behaviour/
Ding, Y., Wan, X., Lu, G., Huang, H., Liang, Y., Yu, J., & Chen, C. (2022). The associations between smartphone addiction and self-esteem, self-control, and social support among Chinese adolescents: A meta-analysis. Frontiers in Psychology, 13, 1029323. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2022.1029323
Hasya, E., Hamid, A. N., & Kusuma, P. (2023). Pembelian impulsif melalui online shopping pada remaja akhir ditinjau dari kontrol diri. PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora, 2(6), 1193–11201. https://doi.org/10.56799/peshum.v2i6.2394
Kaya, B. (2024). Smartphone addiction and psychological wellbeing among adolescents: The multiple mediating roles of academic procrastination and school burnout. British Journal of Guidance & Counselling, 52(5), 815–829. https://doi.org/10.1080/03069885.2024.2304208
Liu, Y., Lin, Y., Zhao, S., Wang, F., Yuan, Q., & Tong, Y. (2025). Mobile phone addiction and academic procrastination in adolescents: The serial mediating roles of self-regulation and psychological resilience and the moderating role of the parent-child relationship. Brain and Behavior, 15(1), e71169. https://doi.org/10.1002/brb3.71169
Nurningtyas, F., & Ayriza, Y. (2022). Pengaruh kontrol diri terhadap intensitas penggunaan smartphone pada remaja. Acta Psychologia, 4, 11–20. https://journal.uny.ac.id/index.php/acta-psychologia/article/view/40040/15644
Pariyatin, Y., Satria, E., & Fatimah, D. (2023). Pengaruh intensitas penggunaan smartphone terhadap pembentukan karakter disiplin siswa sekolah dasar Islam terpadu. Jurnal Basicedu, 5(5), 524–532. https://journal.uii.ac.id/ajie/article/view/971
Pérez de Albéniz Garrote, G., Rubio, L., Medina Gómez, B., & Buedo-Guirado, C. (2021). Smartphone abuse amongst adolescents: The role of impulsivity and sensation seeking. Frontiers in Psychology, 12, 746626. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2021.746626
Pro Kalteng. (2026). Awas! Bahaya kecanduan gawai ancam masa depan anak. https://prokalteng.jawapos.com/dprd/dprd-palangkaraya/31/01/2026/awas-bahaya-kecanduan-gawai-ancam-masa-depan-anak/
R Wulan, S. T., Lubis, R., Nur, L., & Siregar, K. (2025). Pengaruh penggunaan gadget terhadap perkembangan disiplin siswa kelas V di MIS Pesantren Dairi. Dewantara: Jurnal Pendidikan Sosial Humaniora, 4.
Sitanggang, H. J., Wijaya, F. A., Aprilicia, B., Mirza, R., & Putra, A. I. D. (2025). Hubungan regulasi diri dengan impulsive buying pada generasi Z yang memakai pinjaman online. Jurnal Penelitian Pendidikan, Psikologi dan Kesehatan (J-P3K), 6(2), 774–785. https://doi.org/10.51849/J-P3K.V6I2.753
Tuco, K. G., Castro-Diaz, S. D., Soriano-Moreno, D. R., & Benites-Zapata, V. A. (2023). Prevalence of nomophobia in university students: A systematic review and meta-analysis. Healthcare Informatics Research, 29(1), 40–53. https://doi.org/10.4258/hir.2023.29.1.40
Vagka, E., Gnardellis, C., Lagiou, A., & Notara, V. (2024). Smartphone use and social media involvement in young adults: Association with nomophobia, Depression Anxiety Stress Scales (DASS) and self-esteem. International Journal of Environmental Research and Public Health, 21(7), 920. https://doi.org/10.3390/ijerph21070920
van Endert, T. S., & Mohr, P. N. C. (2020). Likes and impulsivity: Investigating the relationship between actual smartphone use and delay discounting. PLoS ONE, 15(11), 1–15. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0241383
Yuliana Restiviani. (2023). Patologi sosial akibat penggunaan smartphone dalam perspektif komunikasi Islam. At-Tabayyuun: Journal Islamic Studies, 5(1), 79–101. https://doi.org/10.47766/atjis.v5i1.1771
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Aghnia Sukma Rizqia, Nor Fatmah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Penulis menyatakan bahwa:
- Semua penulis telah mengetahui dan menyetujui kebijakan ini bersama;
- Naskah artikel ini belum dipublikasikan secara resmi di jurnal atau penerbit dengan ISSN atau ISBN terdaftar, kecuali hanya berupa abstrak atau bagian dari materi kuliah, skripsi, tesis, atau disertasi yang tidak diterbitkan;
- Naskah ini tidak sedang dalam proses evaluasi di jurnal lain dan tidak dipertimbangkan untuk publikasi di tempat lain;
- Semua penulis, institusi afiliasi penulis, otoritas yang berwenang, serta lembaga yang terlibat dalam kegiatan ini telah menyetujui publikasi naskah ini;
- Naskah ini tidak melanggar hak cipta atau mengandung materi yang dapat menimbulkan sengketa hak cipta.
Perjanjian Hak Cipta dan Lisensi:
- Penulis memegang hak cipta dan hak kepemilikan atas artikel ini;
- Penulis berhak menggunakan konten artikel ini untuk karya penulis di masa depan, termasuk untuk bahan kuliah dan buku;
- Penulis memberikan hak publikasi pertama kepada jurnal di bawah lisensi Creative Commons (CC BY 4.0).
Pernyataan Lisensi CC BY 4.0
Anda bebas untuk:
- Bagikan — salin dan distribusikan ulang materi dalam media atau format apa pun untuk tujuan apa pun, bahkan komersial.
- Beradaptasi — mencampur, mengubah, dan mengembangkan materi tersebut untuk tujuan apa pun, bahkan secara komersial.
- Pemberi lisensi tidak dapat mencabut kebebasan ini selama Anda mengikuti ketentuan lisensi.
Dengan ketentuan sebagai berikut:
- Atribusi — Anda harus memberikan penghargaan yang sesuai , menyediakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan . Anda dapat melakukannya dengan cara yang wajar, tetapi tidak dengan cara yang menunjukkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
- Tidak ada batasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau tindakan teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan apa pun yang diizinkan oleh lisensi.







