Penggunaan Gawai terhadap Perubahan Perilaku Impulsif pada Siswa Sekolah

Authors

  • IndonesiaAghnia Sukma Rizqia
    Universitas Islam Negeri Palangka Raya , Indonesia
  • IndonesiaNor Fatmah
    Universitas Islam Negeri Palangka Raya , Indonesia

Abstract

Penggunaan gawai yang intensif berpotensi melemahkan kontrol diri dan memicu perilaku impulsif pada siswa sekolah, namun proses subjektif di balik fenomena ini masih jarang dieksplorasi secara mendalam. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dinamika perilaku impulsif yang muncul akibat penggunaan gawai berlebihan pada dua siswa di Kota Palangka Raya melalui pendekatan studi kasus eksploratif. Dua siswa dengan intensitas penggunaan gawai tinggi dipilih sebagai partisipan melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur dan dianalisis secara tematik melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan member checking sebagai salah satu upaya menjaga kredibilitas temuan. Hasil menunjukkan indikasi penurunan kontrol diri yang termanifestasi pada tiga tema utama: aspek konsumtif yang ditandai kecenderungan pembelian impulsif (impulsive buying) di platform belanja daring, aspek emosional berupa kecemasan saat koneksi internet terputus yang sejalan dengan gejala nomophobia, serta aspek akademik berupa prokrastinasi dan penurunan konsentrasi belajar akibat distorsi waktu tidur. Kedua partisipan menunjukkan kesadaran kognitif atas dampak negatif tersebut, namun kesadaran ini bersifat sementara dan belum diiringi perubahan perilaku yang menetap. Temuan ini mengindikasikan pentingnya penguatan regulasi diri melalui kolaborasi pengawasan orang tua dan layanan bimbingan konseling sekolah, meskipun generalisasi temuan perlu dilakukan secara hati-hati mengingat keterbatasan jumlah partisipan.

Keywords:

Impulsive Behavior, Self-Control, Smarthphone Addiction, Studi Kasus

DOI:

https://doi.org/10.71049/xy7m8273

References

Baumeister, R. F., Vohs, K. D., & Tice, D. M. (2007). The strength model of self-control. Current Directions in Psychological Science, 16(6), 351–355. https://doi.org/10.1111/j.1467-8721.2007.00534.x

Digymatex. (2021). Peneliti DIGYMATEX menghubungkan penggunaan ponsel pintar dengan perilaku impulsif. https://digymatex.eu/digymatex-researchers-link-smartphone-use-and-impulsive-behaviour/

Ding, Y., Wan, X., Lu, G., Huang, H., Liang, Y., Yu, J., & Chen, C. (2022). The associations between smartphone addiction and self-esteem, self-control, and social support among Chinese adolescents: A meta-analysis. Frontiers in Psychology, 13, 1029323. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2022.1029323

Hasya, E., Hamid, A. N., & Kusuma, P. (2023). Pembelian impulsif melalui online shopping pada remaja akhir ditinjau dari kontrol diri. PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora, 2(6), 1193–11201. https://doi.org/10.56799/peshum.v2i6.2394

Kaya, B. (2024). Smartphone addiction and psychological wellbeing among adolescents: The multiple mediating roles of academic procrastination and school burnout. British Journal of Guidance & Counselling, 52(5), 815–829. https://doi.org/10.1080/03069885.2024.2304208

Liu, Y., Lin, Y., Zhao, S., Wang, F., Yuan, Q., & Tong, Y. (2025). Mobile phone addiction and academic procrastination in adolescents: The serial mediating roles of self-regulation and psychological resilience and the moderating role of the parent-child relationship. Brain and Behavior, 15(1), e71169. https://doi.org/10.1002/brb3.71169

Nurningtyas, F., & Ayriza, Y. (2022). Pengaruh kontrol diri terhadap intensitas penggunaan smartphone pada remaja. Acta Psychologia, 4, 11–20. https://journal.uny.ac.id/index.php/acta-psychologia/article/view/40040/15644

Pariyatin, Y., Satria, E., & Fatimah, D. (2023). Pengaruh intensitas penggunaan smartphone terhadap pembentukan karakter disiplin siswa sekolah dasar Islam terpadu. Jurnal Basicedu, 5(5), 524–532. https://journal.uii.ac.id/ajie/article/view/971

Pérez de Albéniz Garrote, G., Rubio, L., Medina Gómez, B., & Buedo-Guirado, C. (2021). Smartphone abuse amongst adolescents: The role of impulsivity and sensation seeking. Frontiers in Psychology, 12, 746626. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2021.746626

Pro Kalteng. (2026). Awas! Bahaya kecanduan gawai ancam masa depan anak. https://prokalteng.jawapos.com/dprd/dprd-palangkaraya/31/01/2026/awas-bahaya-kecanduan-gawai-ancam-masa-depan-anak/

R Wulan, S. T., Lubis, R., Nur, L., & Siregar, K. (2025). Pengaruh penggunaan gadget terhadap perkembangan disiplin siswa kelas V di MIS Pesantren Dairi. Dewantara: Jurnal Pendidikan Sosial Humaniora, 4.

Sitanggang, H. J., Wijaya, F. A., Aprilicia, B., Mirza, R., & Putra, A. I. D. (2025). Hubungan regulasi diri dengan impulsive buying pada generasi Z yang memakai pinjaman online. Jurnal Penelitian Pendidikan, Psikologi dan Kesehatan (J-P3K), 6(2), 774–785. https://doi.org/10.51849/J-P3K.V6I2.753

Tuco, K. G., Castro-Diaz, S. D., Soriano-Moreno, D. R., & Benites-Zapata, V. A. (2023). Prevalence of nomophobia in university students: A systematic review and meta-analysis. Healthcare Informatics Research, 29(1), 40–53. https://doi.org/10.4258/hir.2023.29.1.40

Vagka, E., Gnardellis, C., Lagiou, A., & Notara, V. (2024). Smartphone use and social media involvement in young adults: Association with nomophobia, Depression Anxiety Stress Scales (DASS) and self-esteem. International Journal of Environmental Research and Public Health, 21(7), 920. https://doi.org/10.3390/ijerph21070920

van Endert, T. S., & Mohr, P. N. C. (2020). Likes and impulsivity: Investigating the relationship between actual smartphone use and delay discounting. PLoS ONE, 15(11), 1–15. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0241383

Yuliana Restiviani. (2023). Patologi sosial akibat penggunaan smartphone dalam perspektif komunikasi Islam. At-Tabayyuun: Journal Islamic Studies, 5(1), 79–101. https://doi.org/10.47766/atjis.v5i1.1771

Downloads

Published

31-05-2026

How to Cite

Rizqia, A. S., & Nor Fatmah. (2026). Penggunaan Gawai terhadap Perubahan Perilaku Impulsif pada Siswa Sekolah. Jurnal Inovasi Pembelajaran, 2(2), 97-108. https://doi.org/10.71049/xy7m8273