Menuju Konseling Digital yang Memanusiakan Manusia: Kajian Filosofis Berbasis Teori Humanistik Carl Rogers
Abstract
Perkembangan konseling digital telah mengubah cara konseling dilakukan, khususnya dalam hubungan antara konselor dan orang yang diberi bimbingan. Teknologi memudahkan akses dan memberikan fleksibilitas layanan, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran bahwa sisi kemanusiaan akan hilang jika konseling dilakukan secara kaku dan mengikuti prosedur. Oleh karena itu, sangat penting untuk melakukan kajian mendalam agar konseling digital tetap berfokus pada hubungan antar manusia. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti konseling digital dengan menggunakan teori humanistik dari Carl Rogers, dengan menyoroti pentingnya empati, penerimaan tanpa syarat, dan keaslian konselor dalam konteks layanan yang berbasis teknologi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan mengkaji literatur dari artikel jurnal nasional dan internasional yang berhubungan dengan konseling digital dan pendekatan humanistik. Analisis data dilakukan dengan menemukan tema-tema utama yang berkaitan dengan hubungan dalam konseling, kehadiran psikologis, dan peran teknologi dalam praktik konseling. Hasil kajian menunjukkan bahwa konseling digital masih bisa memanusiakan orang jika prinsip-prinsip humanistik diterapkan sebagai dasar. Empati ditunjukkan melalui komunikasi yang hangat dan responsif, penerimaan tanpa syarat terlihat dari sikap menghargai konseli apa adanya, dan keaslian konselor tampak dalam konsistensi dan ketulusan saat berinteraksi secara daring. Dengan begitu, konseling digital perlu dipahami sebagai ruang berinteraksi yang tetap mengutamakan nilai-nilai kemanusiaan dalam proses bimbingan dan konseling.
Keywords:
Konseling Digital, Teori Humanistik, Relasi Konseling, EmpatiReferences
ontiers in Psychiatry, 13. https://doi.org/10.3389/fpsyt.2022.819623
Tsai, W.-H. S., Liu, Y., & Chuan, C.-H. (2021). How chatbots’ social presence communication enhances consumer engagement: the mediating role of parasocial interaction and dialogue. Journal of Research in Interactive Marketing, 15(3), 460–482. https://doi.org/10.1108/JRIM-12-2019-0200
Utami, C. A., Agustina, S., Humairoh, S. M., & Nasution, T. Ma. S. (2023). Sosialisasi Etika Konseling: Menjaga Kerahasiaan dan Privasi Klien di Era Digital. PENDALAS : Jurnal Penelitian Tindakan Kelas Dan Pengabdian Masyarakat, 262–287.
Yang, W., Fang, A., Shah, R. S., Mathur, Y., Yang, D., Zhu, H., & Kraut, R. E. (2024). What Makes Digital Support Effective? How Therapeutic Skills Affect Clinical Well-Being. Proceedings of the ACM on Human-Computer Interaction, 8(CSCW1), 1–29. https://doi.org/10.1145/3641029
Yasin, Y., & Sa’adah, N. (2024). Konseling Online Alternatif Pemberian Dukungan Psikologis. JUBIKOPS: Jurnal Bimbingan Konseling Dan Psikologi, 4(September), 11–19.
Zhang, N., & Hu, W. (2024). Do Psychological Ownership and Communicative Presence Matter? Examining How User-Generated Content in E-Commerce Live Streaming Influences Consumers’ Purchase Intention. Behavioral Sciences, 14(8), 696. https://doi.org/10.3390/bs14080696
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Sahda Estinengtyas, Akhmad Fajar Prasetya

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Penulis menyatakan bahwa:
- Semua penulis telah mengetahui dan menyetujui kebijakan ini bersama;
- Naskah artikel ini belum dipublikasikan secara resmi di jurnal atau penerbit dengan ISSN atau ISBN terdaftar, kecuali hanya berupa abstrak atau bagian dari materi kuliah, skripsi, tesis, atau disertasi yang tidak diterbitkan;
- Naskah ini tidak sedang dalam proses evaluasi di jurnal lain dan tidak dipertimbangkan untuk publikasi di tempat lain;
- Semua penulis, institusi afiliasi penulis, otoritas yang berwenang, serta lembaga yang terlibat dalam kegiatan ini telah menyetujui publikasi naskah ini;
- Naskah ini tidak melanggar hak cipta atau mengandung materi yang dapat menimbulkan sengketa hak cipta.
Perjanjian Hak Cipta dan Lisensi:
- Penulis memegang hak cipta dan hak kepemilikan atas artikel ini;
- Penulis berhak menggunakan konten artikel ini untuk karya penulis di masa depan, termasuk untuk bahan kuliah dan buku;
- Penulis memberikan hak publikasi pertama kepada jurnal di bawah lisensi Creative Commons (CC BY 4.0).
Pernyataan Lisensi CC BY 4.0
Anda bebas untuk:
- Bagikan — salin dan distribusikan ulang materi dalam media atau format apa pun untuk tujuan apa pun, bahkan komersial.
- Beradaptasi — mencampur, mengubah, dan mengembangkan materi tersebut untuk tujuan apa pun, bahkan secara komersial.
- Pemberi lisensi tidak dapat mencabut kebebasan ini selama Anda mengikuti ketentuan lisensi.
Dengan ketentuan sebagai berikut:
- Atribusi — Anda harus memberikan penghargaan yang sesuai , menyediakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan . Anda dapat melakukannya dengan cara yang wajar, tetapi tidak dengan cara yang menunjukkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
- Tidak ada batasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau tindakan teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan apa pun yang diizinkan oleh lisensi.








