Peran Konselor dalam Meningkatkan Keterampilan Komunikasi Antarbudaya: Tinjauan Literatur
Abstract
Penelitian ini bertujuan memetakan peran konselor dalam meningkatkan keterampilan komunikasi antarbudaya klien, intervensi konseling yang dilaporkan dalam literatur beserta kekuatan buktinya, serta tantangan yang dihadapi konselor. Penelitian menggunakan desain tinjauan literatur (literature review) naratif-integratif. Penelusuran dilakukan pada Google Scholar, Garuda, dan DOAJ dengan kata kunci berbahasa Indonesia dan Inggris untuk publikasi 2016-2026; seleksi mengikuti kriteria inklusi dan eksklusi dan dilaporkan dengan diagram alir PRISMA 2020. Sebanyak 19 publikasi berlatar Indonesia dikaji melalui tahap organize, synthesize, dan identify, lalu dibandingkan dengan tinjauan internasional. Literatur mengindikasikan empat peran utama konselor, yaitu fasilitator kesadaran budaya, pendidik kompetensi antarbudaya, mediator kesalahpahaman antarbudaya, dan pembangun hubungan terapeutik yang sensitif budaya; peran advokat baru muncul sebagai indikasi terbatas. Intervensi yang dilaporkan meliputi experiential learning, konseling kelompok berpendekatan multikultural, layanan konseling lintas budaya dan agama, restrukturisasi kognitif, dan konseling singkat berfokus solusi. Namun, sebagian besar bukti berasal dari kajian konseptual, studi kasus, atau desain tanpa kelompok kontrol, dan belum ada studi yang mengukur keterampilan komunikasi antarbudaya secara langsung. Tantangan yang dilaporkan meliputi Keterbatasan pengetahuan dan sensitivitas budaya konselor, Kesulitan mengadaptasi strategi dan teknik konseling dengan latar budaya klien, Hambatan bahasa dan stereotip, Risiko pelanggaran etika akibat pemaksaan nilai budaya konselor, Keterbatasan dukungan institusional, dana, dan sarana, Stigma sosial terhadap kelompok klien minoritas. Tinjauan ini menawarkan peran, intervensi, dan tantangan berbasis kompetensi konseling multikultural dan merekomendasikan studi intervensi terkontrol dengan instrumen keterampilan komunikasi antarbudaya yang tervalidasi.
Keywords:
Kompetensi Konseling Multikultural, Komunikasi Antarbudaya, Konseling Lintas Budaya, Peran Konselor, Tinjauan LiteraturDOI:
https://doi.org/10.71049/907ph863References
Aljaberi, M. A., Alsalahi, A., Juni, M. H., Noman, S., Al-Tammemi, A. B., & Hamat, R. A. (2021). Efficacy of interventional programs in reducing acculturative stress and enhancing adjustment of international students to the new host educational environment: A systematic review and meta-analysis. International Journal of Environmental Research and Public Health, 18(15), 7765. https://doi.org/10.3390/ijerph18157765
Al-Khatib, A., & Kağnıcı, D. Y. (2023). The effect of culture-based adjustment program on international students' adaptation. Journal of International Students, 13(4), 115–134. https://ojed.org/jis/article/view/5683
Aprila, A., Suarni, N. K., & Dharsana, I. K. (2023). Individual counseling practice with solution-focused brief counseling in cross-cultural counseling. ProGCouns: Journal of Professionals in Guidance and Counseling, 4(2), 71–77. https://doi.org/10.21831/progcouns.v4i2.63667
Apriliani, V., Nadhirah, N. A., & Budiman, N. (2025). Etika konselor dalam proses konseling lintas budaya dan keterampilan multikultural konselor. Jurnal Bimbingan dan Konseling, 11(2), 187–197.
Aprilianti, E., Avisor, M. K. A., & Lessy, Z. (2023). Peran konselor lintas agama dan budaya sebagai dinamika komunikasi antarbudaya. Acta Islamica Counsenesia: Counselling Research and Applications, 3(1).
Benuto, L. T., Casas, J., & O'Donohue, W. T. (2018). Training culturally competent psychologists: A systematic review of the training outcome literature. Training and Education in Professional Psychology, 12(3), 125–134. https://doi.org/10.1037/tep0000190
Deardorff, D. K. (2006). Identification and assessment of intercultural competence as a student outcome of internationalization. Journal of Studies in International Education, 10(3), 241–266. https://doi.org/10.1177/1028315306287002
Djamaluddin, M., Lasan, B. B., & Atmoko, A. (2018). Experiential learning untuk meningkatkan kompetensi multikultural mahasiswa. Jurnal Kajian Bimbingan dan Konseling, 3(3), 119–130. https://doi.org/10.17977/um001v3i32018p119
Fadilah, E. N., Elisa, N., Sari, D. P., Widodo, C. S., Syandana, N. A., Khusumadewi, A., & Cahayani, G. (2026). Peran konseling multibudaya dalam meningkatkan sensitivitas budaya konselor di sekolah. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 11(2), 175–203. https://doi.org/10.23969/jp.v11i02.51599
Hapni, E., Fitri, N., & Silvianetri, S. (2023). Kompetensi guru BK dalam konseling lintas budaya. Ristekdik: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 8(3), 438–446. https://doi.org/10.31604/ristekdik.2023.v8i3.438-446
Karmilah, & Sobarudin. (2019). Konsep dan dinamika komunikasi antarbudaya di Indonesia. Jurnal Dakwah dan Komunikasi, 4(1), 42–56.
Kementerian Pendidikan Nasional. (2008). Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2008 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor.
Manurung, F. A., Hapni, E., & Silvianetri, S. (2023). Konseling lintas budaya di lingkungan pesantren Padang Sidimpuan. Ristekdik: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 8(4), 540–544. https://doi.org/10.31604/ristekdik.2023.v8i4.540-544
Marjo, H. K., & Sodiq, D. (2022). Etika dan kompetensi konselor sebagai profesional (suatu pendekatan literatur sistematis). Jurnal Paedagogy, 9(1), 86–93. https://doi.org/10.33394/jp.v9i1.4512
Na'im, A., & Syaputra, H. (2011). Kewarganegaraan, suku bangsa, agama, dan bahasa sehari-hari penduduk Indonesia: Hasil Sensus Penduduk 2010. Badan Pusat Statistik.
Page, M. J., McKenzie, J. E., Bossuyt, P. M., Boutron, I., Hoffmann, T. C., Mulrow, C. D., Shamseer, L., Tetzlaff, J. M., Akl, E. A., Brennan, S. E., Chou, R., Glanville, J., Grimshaw, J. M., Hróbjartsson, A., Lalu, M. M., Li, T., Loder, E. W., Mayo-Wilson, E., McDonald, S., . . . Moher, D. (2021). The PRISMA 2020 statement: An updated guideline for reporting systematic reviews. BMJ, 372, n71. https://doi.org/10.1136/bmj.n71
Ramdhani, A., Ramdhani, M. A., & Amin, A. S. (2014). Writing a literature review research paper: A step-by-step approach. International Journal of Basic and Applied Science, 3(1), 47–56.
Ratts, M. J., Singh, A. A., Nassar-McMillan, S., Butler, S. K., & McCullough, J. R. (2016). Multicultural and social justice counseling competencies: Guidelines for the counseling profession. Journal of Multicultural Counseling and Development, 44(1), 28–48. https://doi.org/10.1002/jmcd.12035
Ridho, S., & Wahyudi, H. F. (2021). Strategi El-Psika dalam menghadapi multikultural personality santri Tarbiyatul Muallimin Al-Islamiyah (TMI) Putra Al-Amien Prenduan. Jurnal Inovasi Penelitian, 1(11), 2369–2376.
Rifki, A., & Yacob, F. (2026). Layanan konseling kelompok dengan pendekatan multikultural untuk meningkatkan kesadaran keberagaman budaya pada siswa SMAN 1 Banda Aceh. Al-Irsyad: Jurnal Pendidikan dan Konseling, 16(2). https://doi.org/10.30829/al-irsyad.v16i2.30280
Rusdayanti, I. G. A. D., Suarni, N. K., & Dharsana, I. K. (2024). Konseling lintas budaya dalam pendidikan dengan teknik cognitive restructuring untuk mengurangi distorsi kognitif siswa. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 8(3), 1327–1340. https://doi.org/10.31316/gcouns.v8i3.5098
Sari, A. N., Asbi, A., & Rahmah, M. A. (2024). Konseling lintas budaya untuk komunikasi yang efektif. Edu Society: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Pengabdian kepada Masyarakat, 4(2), 1327–1332. https://doi.org/10.56832/edu.v4i2.478
Seprianto, Kardina, N., Nurmal, I., & Wahyudi, E. (2023). Problematika bimbingan konseling multikultural di SMPIT Aninnda' Lubuklinggau. Nusantara: Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial, 10(5), 2240–2250. https://doi.org/10.31604/jips.v10i5.2023.2240-2250
Setiawan, I. (2022). Kompetensi konselor multikultural: Esensi dalam mengimplementasikan bimbingan dan konseling di sekolah. Dalam Prosiding Seminar Nasional Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Malang (hlm. 155–164). Universitas Negeri Malang. https://conference.um.ac.id/index.php/bk/article/view/2877
Snyder, H. (2019). Literature review as a research methodology: An overview and guidelines. Journal of Business Research, 104, 333–339. https://doi.org/10.1016/j.jbusres.2019.07.039
Soto, A., Smith, T. B., Griner, D., Domenech Rodríguez, M., & Bernal, G. (2018). Cultural adaptations and therapist multicultural competence: Two meta-analytic reviews. Journal of Clinical Psychology, 74(11), 1907–1923. https://doi.org/10.1002/jclp.22679
Subhi, M. R. I. (2017). Implementasi konseling lintas budaya dan agama di sekolah. Madaniyah, 7(1), 75–96.
Sue, D. W., Arredondo, P., & McDavis, R. J. (1992). Multicultural counseling competencies and standards: A call to the profession. Journal of Counseling & Development, 70(4), 477–486. https://doi.org/10.1002/j.1556-6676.1992.tb01642.x
Sunata, I. (2023). Kajian tentang komunikasi dan budaya. Journal of Da'wah, 2(1), 100–131.
Suryadi, S. (2018). Cross cultural and cultural counseling: Komunikasi konseling lintas budaya Jawa dan Madura di Madrasah Aliyah Negeri 1 Jember. Konseling Edukasi: Journal of Guidance and Counseling, 2(2), 96–112.
Syahril, S. (2018). Konseling lintas budaya dalam perspektif budaya Indonesia. Jurnal Al-Taujih: Bingkai Bimbingan dan Konseling Islami, 4(1), 76–86. https://doi.org/10.15548/atj.v4i1.514
Tao, K. W., Owen, J., Pace, B. T., & Imel, Z. E. (2015). A meta-analysis of multicultural competencies and psychotherapy process and outcome. Journal of Counseling Psychology, 62(3), 337–350. https://doi.org/10.1037/cou0000086
Triningtyas, D. A. (2016). The roles of counselor in multicultural community. Dalam Proceedings International Seminar FoE (Faculty of Education) (hlm. 338–344).
Umam, R. N. (2021). Pendekatan konseling lintas budaya dalam mengatasi stigma negatif terhadap kelompok minoritas gender calabai. Egalita: Jurnal Kesetaraan dan Keadilan Gender, 16(2). https://doi.org/10.18860/egalita.v16i2.12911
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ratna Citra Agustina, Sitti Hajar, Aslhifatul Khatima, Anisyah Afrianti Yusuf, Ahmad Yusuf

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Penulis menyatakan bahwa:
- Semua penulis telah mengetahui dan menyetujui kebijakan ini bersama;
- Naskah artikel ini belum dipublikasikan secara resmi di jurnal atau penerbit dengan ISSN atau ISBN terdaftar, kecuali hanya berupa abstrak atau bagian dari materi kuliah, skripsi, tesis, atau disertasi yang tidak diterbitkan;
- Naskah ini tidak sedang dalam proses evaluasi di jurnal lain dan tidak dipertimbangkan untuk publikasi di tempat lain;
- Semua penulis, institusi afiliasi penulis, otoritas yang berwenang, serta lembaga yang terlibat dalam kegiatan ini telah menyetujui publikasi naskah ini;
- Naskah ini tidak melanggar hak cipta atau mengandung materi yang dapat menimbulkan sengketa hak cipta.
Perjanjian Hak Cipta dan Lisensi:
- Penulis memegang hak cipta dan hak kepemilikan atas artikel ini;
- Penulis berhak menggunakan konten artikel ini untuk karya penulis di masa depan, termasuk untuk bahan kuliah dan buku;
- Penulis memberikan hak publikasi pertama kepada jurnal di bawah lisensi Creative Commons (CC BY 4.0).
Pernyataan Lisensi CC BY 4.0
Anda bebas untuk:
- Bagikan — salin dan distribusikan ulang materi dalam media atau format apa pun untuk tujuan apa pun, bahkan komersial.
- Beradaptasi — mencampur, mengubah, dan mengembangkan materi tersebut untuk tujuan apa pun, bahkan secara komersial.
- Pemberi lisensi tidak dapat mencabut kebebasan ini selama Anda mengikuti ketentuan lisensi.
Dengan ketentuan sebagai berikut:
- Atribusi — Anda harus memberikan penghargaan yang sesuai , menyediakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan . Anda dapat melakukannya dengan cara yang wajar, tetapi tidak dengan cara yang menunjukkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
- Tidak ada batasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau tindakan teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan apa pun yang diizinkan oleh lisensi.







