Peran Konselor dalam Meningkatkan Keterampilan Komunikasi Antarbudaya: Tinjauan Literatur

Authors

  • IndonesiaRatna Citra Agustina
    STKIP Andi Matappa , Indonesia
  • IndonesiaSitti Hajar
    STKIP Andi Matappa , Indonesia
  • IndonesiaAslhifatul Khatima
    STKIP Andi Matappa , Indonesia
  • IndonesiaAnisyah Afrianti Yusuf
    STKIP Andi Matappa , Indonesia
  • IndonesiaAhmad Yusuf
    STKIP Andi Matappa , Indonesia

Abstract

Penelitian ini bertujuan memetakan peran konselor dalam meningkatkan keterampilan komunikasi antarbudaya klien, intervensi konseling yang dilaporkan dalam literatur beserta kekuatan buktinya, serta tantangan yang dihadapi konselor. Penelitian menggunakan desain tinjauan literatur (literature review) naratif-integratif. Penelusuran dilakukan pada Google Scholar, Garuda, dan DOAJ dengan kata kunci berbahasa Indonesia dan Inggris untuk publikasi 2016-2026; seleksi mengikuti kriteria inklusi dan eksklusi dan dilaporkan dengan diagram alir PRISMA 2020. Sebanyak 19 publikasi berlatar Indonesia dikaji melalui tahap organize, synthesize, dan identify, lalu dibandingkan dengan tinjauan internasional. Literatur mengindikasikan empat peran utama konselor, yaitu fasilitator kesadaran budaya, pendidik kompetensi antarbudaya, mediator kesalahpahaman antarbudaya, dan pembangun hubungan terapeutik yang sensitif budaya; peran advokat baru muncul sebagai indikasi terbatas. Intervensi yang dilaporkan meliputi experiential learning, konseling kelompok berpendekatan multikultural, layanan konseling lintas budaya dan agama, restrukturisasi kognitif, dan konseling singkat berfokus solusi. Namun, sebagian besar bukti berasal dari kajian konseptual, studi kasus, atau desain tanpa kelompok kontrol, dan belum ada studi yang mengukur keterampilan komunikasi antarbudaya secara langsung. Tantangan yang dilaporkan meliputi Keterbatasan pengetahuan dan sensitivitas budaya konselor, Kesulitan mengadaptasi strategi dan teknik konseling dengan latar budaya klien, Hambatan bahasa dan stereotip, Risiko pelanggaran etika akibat pemaksaan nilai budaya konselor, Keterbatasan dukungan institusional, dana, dan sarana, Stigma sosial terhadap kelompok klien minoritas. Tinjauan ini menawarkan peran, intervensi, dan tantangan berbasis kompetensi konseling multikultural dan merekomendasikan studi intervensi terkontrol dengan instrumen keterampilan komunikasi antarbudaya yang tervalidasi.

Keywords:

Kompetensi Konseling Multikultural, Komunikasi Antarbudaya, Konseling Lintas Budaya, Peran Konselor, Tinjauan Literatur

DOI:

https://doi.org/10.71049/907ph863

References

Aljaberi, M. A., Alsalahi, A., Juni, M. H., Noman, S., Al-Tammemi, A. B., & Hamat, R. A. (2021). Efficacy of interventional programs in reducing acculturative stress and enhancing adjustment of international students to the new host educational environment: A systematic review and meta-analysis. International Journal of Environmental Research and Public Health, 18(15), 7765. https://doi.org/10.3390/ijerph18157765

Al-Khatib, A., & Kağnıcı, D. Y. (2023). The effect of culture-based adjustment program on international students' adaptation. Journal of International Students, 13(4), 115–134. https://ojed.org/jis/article/view/5683

Aprila, A., Suarni, N. K., & Dharsana, I. K. (2023). Individual counseling practice with solution-focused brief counseling in cross-cultural counseling. ProGCouns: Journal of Professionals in Guidance and Counseling, 4(2), 71–77. https://doi.org/10.21831/progcouns.v4i2.63667

Apriliani, V., Nadhirah, N. A., & Budiman, N. (2025). Etika konselor dalam proses konseling lintas budaya dan keterampilan multikultural konselor. Jurnal Bimbingan dan Konseling, 11(2), 187–197.

Aprilianti, E., Avisor, M. K. A., & Lessy, Z. (2023). Peran konselor lintas agama dan budaya sebagai dinamika komunikasi antarbudaya. Acta Islamica Counsenesia: Counselling Research and Applications, 3(1).

Benuto, L. T., Casas, J., & O'Donohue, W. T. (2018). Training culturally competent psychologists: A systematic review of the training outcome literature. Training and Education in Professional Psychology, 12(3), 125–134. https://doi.org/10.1037/tep0000190

Deardorff, D. K. (2006). Identification and assessment of intercultural competence as a student outcome of internationalization. Journal of Studies in International Education, 10(3), 241–266. https://doi.org/10.1177/1028315306287002

Djamaluddin, M., Lasan, B. B., & Atmoko, A. (2018). Experiential learning untuk meningkatkan kompetensi multikultural mahasiswa. Jurnal Kajian Bimbingan dan Konseling, 3(3), 119–130. https://doi.org/10.17977/um001v3i32018p119

Fadilah, E. N., Elisa, N., Sari, D. P., Widodo, C. S., Syandana, N. A., Khusumadewi, A., & Cahayani, G. (2026). Peran konseling multibudaya dalam meningkatkan sensitivitas budaya konselor di sekolah. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 11(2), 175–203. https://doi.org/10.23969/jp.v11i02.51599

Hapni, E., Fitri, N., & Silvianetri, S. (2023). Kompetensi guru BK dalam konseling lintas budaya. Ristekdik: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 8(3), 438–446. https://doi.org/10.31604/ristekdik.2023.v8i3.438-446

Karmilah, & Sobarudin. (2019). Konsep dan dinamika komunikasi antarbudaya di Indonesia. Jurnal Dakwah dan Komunikasi, 4(1), 42–56.

Kementerian Pendidikan Nasional. (2008). Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2008 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor.

Manurung, F. A., Hapni, E., & Silvianetri, S. (2023). Konseling lintas budaya di lingkungan pesantren Padang Sidimpuan. Ristekdik: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 8(4), 540–544. https://doi.org/10.31604/ristekdik.2023.v8i4.540-544

Marjo, H. K., & Sodiq, D. (2022). Etika dan kompetensi konselor sebagai profesional (suatu pendekatan literatur sistematis). Jurnal Paedagogy, 9(1), 86–93. https://doi.org/10.33394/jp.v9i1.4512

Na'im, A., & Syaputra, H. (2011). Kewarganegaraan, suku bangsa, agama, dan bahasa sehari-hari penduduk Indonesia: Hasil Sensus Penduduk 2010. Badan Pusat Statistik.

Page, M. J., McKenzie, J. E., Bossuyt, P. M., Boutron, I., Hoffmann, T. C., Mulrow, C. D., Shamseer, L., Tetzlaff, J. M., Akl, E. A., Brennan, S. E., Chou, R., Glanville, J., Grimshaw, J. M., Hróbjartsson, A., Lalu, M. M., Li, T., Loder, E. W., Mayo-Wilson, E., McDonald, S., . . . Moher, D. (2021). The PRISMA 2020 statement: An updated guideline for reporting systematic reviews. BMJ, 372, n71. https://doi.org/10.1136/bmj.n71

Ramdhani, A., Ramdhani, M. A., & Amin, A. S. (2014). Writing a literature review research paper: A step-by-step approach. International Journal of Basic and Applied Science, 3(1), 47–56.

Ratts, M. J., Singh, A. A., Nassar-McMillan, S., Butler, S. K., & McCullough, J. R. (2016). Multicultural and social justice counseling competencies: Guidelines for the counseling profession. Journal of Multicultural Counseling and Development, 44(1), 28–48. https://doi.org/10.1002/jmcd.12035

Ridho, S., & Wahyudi, H. F. (2021). Strategi El-Psika dalam menghadapi multikultural personality santri Tarbiyatul Muallimin Al-Islamiyah (TMI) Putra Al-Amien Prenduan. Jurnal Inovasi Penelitian, 1(11), 2369–2376.

Rifki, A., & Yacob, F. (2026). Layanan konseling kelompok dengan pendekatan multikultural untuk meningkatkan kesadaran keberagaman budaya pada siswa SMAN 1 Banda Aceh. Al-Irsyad: Jurnal Pendidikan dan Konseling, 16(2). https://doi.org/10.30829/al-irsyad.v16i2.30280

Rusdayanti, I. G. A. D., Suarni, N. K., & Dharsana, I. K. (2024). Konseling lintas budaya dalam pendidikan dengan teknik cognitive restructuring untuk mengurangi distorsi kognitif siswa. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 8(3), 1327–1340. https://doi.org/10.31316/gcouns.v8i3.5098

Sari, A. N., Asbi, A., & Rahmah, M. A. (2024). Konseling lintas budaya untuk komunikasi yang efektif. Edu Society: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Pengabdian kepada Masyarakat, 4(2), 1327–1332. https://doi.org/10.56832/edu.v4i2.478

Seprianto, Kardina, N., Nurmal, I., & Wahyudi, E. (2023). Problematika bimbingan konseling multikultural di SMPIT Aninnda' Lubuklinggau. Nusantara: Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial, 10(5), 2240–2250. https://doi.org/10.31604/jips.v10i5.2023.2240-2250

Setiawan, I. (2022). Kompetensi konselor multikultural: Esensi dalam mengimplementasikan bimbingan dan konseling di sekolah. Dalam Prosiding Seminar Nasional Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Malang (hlm. 155–164). Universitas Negeri Malang. https://conference.um.ac.id/index.php/bk/article/view/2877

Snyder, H. (2019). Literature review as a research methodology: An overview and guidelines. Journal of Business Research, 104, 333–339. https://doi.org/10.1016/j.jbusres.2019.07.039

Soto, A., Smith, T. B., Griner, D., Domenech Rodríguez, M., & Bernal, G. (2018). Cultural adaptations and therapist multicultural competence: Two meta-analytic reviews. Journal of Clinical Psychology, 74(11), 1907–1923. https://doi.org/10.1002/jclp.22679

Subhi, M. R. I. (2017). Implementasi konseling lintas budaya dan agama di sekolah. Madaniyah, 7(1), 75–96.

Sue, D. W., Arredondo, P., & McDavis, R. J. (1992). Multicultural counseling competencies and standards: A call to the profession. Journal of Counseling & Development, 70(4), 477–486. https://doi.org/10.1002/j.1556-6676.1992.tb01642.x

Sunata, I. (2023). Kajian tentang komunikasi dan budaya. Journal of Da'wah, 2(1), 100–131.

Suryadi, S. (2018). Cross cultural and cultural counseling: Komunikasi konseling lintas budaya Jawa dan Madura di Madrasah Aliyah Negeri 1 Jember. Konseling Edukasi: Journal of Guidance and Counseling, 2(2), 96–112.

Syahril, S. (2018). Konseling lintas budaya dalam perspektif budaya Indonesia. Jurnal Al-Taujih: Bingkai Bimbingan dan Konseling Islami, 4(1), 76–86. https://doi.org/10.15548/atj.v4i1.514

Tao, K. W., Owen, J., Pace, B. T., & Imel, Z. E. (2015). A meta-analysis of multicultural competencies and psychotherapy process and outcome. Journal of Counseling Psychology, 62(3), 337–350. https://doi.org/10.1037/cou0000086

Triningtyas, D. A. (2016). The roles of counselor in multicultural community. Dalam Proceedings International Seminar FoE (Faculty of Education) (hlm. 338–344).

Umam, R. N. (2021). Pendekatan konseling lintas budaya dalam mengatasi stigma negatif terhadap kelompok minoritas gender calabai. Egalita: Jurnal Kesetaraan dan Keadilan Gender, 16(2). https://doi.org/10.18860/egalita.v16i2.12911

Downloads

Published

31-08-2026

How to Cite

Ratna Citra Agustina, Sitti Hajar, Aslhifatul Khatima, Anisyah Afrianti Yusuf, & Ahmad Yusuf. (2026). Peran Konselor dalam Meningkatkan Keterampilan Komunikasi Antarbudaya: Tinjauan Literatur. Jurnal Inovasi Pembelajaran, 2(3), 143-160. https://doi.org/10.71049/907ph863

Most read articles by the same author(s)

Similar Articles

1-10 of 21

You may also start an advanced similarity search for this article.