Persepsi Siswa terhadap Layanan Bimbingan dan Konseling dalam Pendidikan Inklusif: Kajian Literatur

Authors

  • Putri Wahyuni STKIP Andi Matappa
  • Noviani Sri Diyastuti STKIP Andi Matappa
  • Nurul Istiqamah STKIP Andi Matappa
  • Novi Safitri STKIP Andi Matappa
  • Ahmad Yusuf STKIP Andi Matappa

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji persepsi siswa terhadap layanan bimbingan dan konseling dalam konteks pendidikan inklusif melalui pendekatan kajian literatur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur dengan menganalisis berbagai sumber ilmiah yang relevan, seperti artikel jurnal, buku, dan hasil penelitian sebelumnya yang berkaitan dengan layanan bimbingan dan konseling serta pendidikan inklusif. Hasil kajian menunjukkan bahwa persepsi siswa terhadap layanan bimbingan dan konseling dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, yaitu aksesibilitas layanan, kompetensi konselor, serta dukungan lingkungan sekolah yang inklusif. Layanan bimbingan dan konseling yang mudah diakses, responsif terhadap kebutuhan siswa, serta didukung oleh konselor yang memiliki kompetensi profesional dan empati yang baik cenderung membentuk persepsi positif di kalangan siswa. Selain itu, lingkungan sekolah yang menghargai keberagaman serta mendorong kolaborasi antara konselor, guru, dan orang tua turut memperkuat efektivitas layanan tersebut. Temuan ini menunjukkan bahwa layanan bimbingan dan konseling memiliki peran strategis dalam mendukung keberhasilan pendidikan inklusif dengan membantu perkembangan akademik, sosial, dan emosional siswa. Oleh karena itu, pengembangan layanan bimbingan dan konseling di sekolah inklusif perlu dilakukan secara komprehensif melalui peningkatan kompetensi konselor, penyediaan layanan yang mudah diakses, serta penguatan kerja sama antar pihak di lingkungan pendidikan.

Keywords:

Bimbingan dan Konseling, Layanan Konseling Sekolah, Pendidikan Inklusif, Persepsi Siswa

DOI:

https://doi.org/10.71049/dsrbe515

References

Ainscow, M., & Miles, S. (2008). Making education for all inclusive: Where next? Prospects, 38(1), 15–34. https://doi.org/10.1007/s11125-008-9055-0

Amr Jarwan, & Al Abdullah, S. (2019). The role of school counselors in supporting inclusive education for students with learning disabilities. International Journal of Special Education, 34(2), 360–372.

Andini. (2008). Upaya menumbuhkan persepsi positif terhadap guru BK melalui layanan bimbingan klasikal. Prosiding Pendidikan Profesi Guru, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Ahmad Dahlan, 909–918.

Bryan, J., Moore-Thomas, C., Day-Vines, N., & Holcomb-McCoy, C. (2011). School counselors as social capital: The effects of high school college counseling on college application rates. Journal of Counseling & Development, 89(2), 190–199. https://doi.org/10.1002/j.1556-6678.2011.tb00077.x

Carey, J., & Dimmitt, C. (2012). School counseling and student outcomes: Summary of six statewide studies. Professional School Counseling, 16(2), 146–153. https://doi.org/10.5330/PSC.n.2012-16.146

Clark, C., & Bremen, L. (2009). Collaborative roles in inclusive schools. Teaching Exceptional Children, 41(6), 58–65. https://doi.org/10.1177/004005990904100606

Friend, M., & Bursuck, W. (2019). Including students with special needs: A practical guide for classroom teachers (8th ed.). Pearson.

Griffin, D., & Steen, S. (2011). A social justice approach to school counseling. Journal for Social Action in Counseling and Psychology, 3(1), 74–85.

Gysbers, N. C., & Henderson, P. (2014). Developing and managing your school guidance and counseling program. American Counseling Association.

Hatch, T. (2014). The use of data in school counseling: Hatching results for students, programs, and the profession. Corwin Press.

Jarwan, A., & Al Abdullah, S. (2019). The role of school counselors in supporting inclusive education for students with learning disabilities. International Journal of Special Education, 34(2), 360–372.

Jauhari. (2017). Pendidikan inklusif: Persepsi siswa terhadap layanan bimbingan konseling dalam konteks pendidikan inklusif.

Jauri. (2007). Hubungan antara persepsi dan penerimaan sosial terhadap peserta didik berkebutuhan khusus dengan perilaku bullying di sekolah inklusif menengah pertama di Surabaya Barat.

Lapan, R. T., Whitcomb, S. A., & Aleman, N. M. (2012). Connecticut professional school counselors: College and career counseling services and smaller student-to-counselor ratios benefit students. Professional School Counseling, 16(2), 117–124. https://doi.org/10.5330/PSC.n.2012-16.117

Loreman, T., Deppeler, J., & Harvey, D. (2010). Inclusive education: Supporting diversity in the classroom. Routledge.

McLaughlin, C. A. (2015). Inclusive education and school counseling: Supporting the needs of diverse learners. International Journal of Inclusive Education, 19(3), 290–305. https://doi.org/10.1080/13603116.2014.908965

McMahon, H. G., Mason, E. C., & Paisley, P. O. (2009). School counselor educators as educational leaders promoting systemic change. Professional School Counseling, 13(2), 116–124.

Mudjiti. (2012). Persepsi dan kesiapan mengajar mahasiswa guru terhadap anak berkebutuhan khusus dalam konteks pendidikan inklusif.

Norman C. Gysbers, N. C., & Henderson, P. (2012). Developing and managing your school guidance and counseling program (5th ed.). American Counseling Association.

O’Connor, P. (2018). School counseling and student voice: A qualitative exploration of students’ experiences. British Journal of Guidance & Counselling, 46(4), 437–449. https://doi.org/10.1080/03069885.2017.1346235

Prayitno. (2011). Dasar-dasar bimbingan dan konseling. Jakarta: Rineka Cipta.

Prayitno. (2017). Konseling profesional yang berhasil: Layanan dan kegiatan pendukung. Rajawali Pers.

Purwanta, E. (2012). Modifikasi perilaku: Alternatif penanganan anak berkebutuhan khusus. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Schindler, L. A., Burkholder, G. J., Morad, O., & Marsh, C. (2017). Computer-based technology and student engagement: A critical review of the literature. International Journal of Educational Technology in Higher Education, 14, 25. https://doi.org/10.1186/s41239-017-0063-0

Sink, C. A., & Stroh, H. R. (2003). Raising achievement test scores of early elementary school students through comprehensive school counseling programs. Professional School Counseling, 6(5), 350–364.

Suldo, S. M., Gormley, M. J., DuPaul, G. J., & Anderson-Butcher, D. (2014). The impact of school mental health services on student well-being. School Psychology Review, 43(4), 365–381.

Sunaryo Kartadinata. (2009). Pendidikan inklusif: Konsep dan implementasinya dalam sistem pendidikan nasional. Bandung: UPI Press.

Sylvia M. Roberts, C. M., & Inman, T. F. (2007). School counselors and inclusive education: A framework for collaboration. Journal of School Counseling, 5(13), 1–25.

Takacs, Z. K., & Bus, A. G. (2016). Benefits of motion in animated storybooks for children’s visual attention and story comprehension: An eye-tracking study. Frontiers in Psychology, 7, 1591. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2016.01591

Villares, E., & Dimmitt, C. (2016). Career counseling in the schools: In support of college and career readiness. Journal of Counseling & Development, 94(3), 263–270. https://doi.org/10.1002/jcad.12077

Walgito, B. (2010). Pengantar psikologi umum. Andi Offset.

Yusuf, S. (2011). Psikologi perkembangan anak dan remaja. Remaja Rosdakarya.

Downloads

Published

27-02-2026

How to Cite

Persepsi Siswa terhadap Layanan Bimbingan dan Konseling dalam Pendidikan Inklusif: Kajian Literatur. (2026). Jurnal Inovasi Pembelajaran, 2(1), 29-44. https://doi.org/10.71049/dsrbe515

Most read articles by the same author(s)

Similar Articles

1-10 of 24

You may also start an advanced similarity search for this article.