Peran Bimbingan dan Konseling dalam Meningkatkan Penerimaan Siswa terhadap Pendidikan Inklusif: Kajian Literatur
Abstract
Pendidikan inklusif menuntut adanya penerimaan positif dari seluruh warga sekolah terhadap keberagaman peserta didik, termasuk siswa berkebutuhan khusus. Salah satu elemen penting yang berperan dalam mendukung keberhasilan pendidikan inklusif adalah layanan bimbingan dan konseling. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran bimbingan dan konseling dalam meningkatkan penerimaan siswa terhadap pendidikan inklusif berdasarkan temuan-temuan penelitian terdahulu. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain kajian pustaka. Data diperoleh melalui penelusuran artikel ilmiah yang relevan melalui Google Scholar dengan fokus pada topik pendidikan inklusif dan bimbingan konseling. Analisis data dilakukan melalui proses pengorganisasian literatur, sintesis temuan, dan identifikasi tema utama. Hasil kajian menunjukkan bahwa layanan bimbingan dan konseling berperan penting dalam membangun sikap empati, meningkatkan komunikasi sosial, serta mendorong kolaborasi antara siswa reguler, siswa berkebutuhan khusus, guru, dan orang tua. Selain itu, keberhasilan peran bimbingan dan konseling dalam pendidikan inklusif dipengaruhi oleh kompetensi guru BK, dukungan sekolah, serta ketersediaan sarana pendukung. Kajian ini menegaskan bahwa penguatan layanan bimbingan dan konseling merupakan strategi penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan inklusif yang kondusif dan berkelanjutan.
Keywords:
Bimbingan dan Konseling, Pendidikan Inklusif, Penerimaan Siswa, Dukungan Psikologis, Kolaborasi PendidikanDOI:
https://doi.org/10.71049/f3ett778References
Alfayyadl, A. F. (2023). Pendidikan inklusi: Persepsi dan implementasi guru bimbingan konseling di SMP Taman Dewasa Ibu Pawiyatan Yogyakarta. JIECO: Journal of Islamic Education Counseling, 3(1), 53–65. https://doi.org/10.54213/jieco.v3i1.258
Ami, A., Ika, I., & Soliah, S. (2023). Peranan guru bimbingan konseling terhadap layanan pendidikan inklusi. Jurnal Consulenza: Jurnal Bimbingan Konseling dan Psikologi, 6(1), 152–166. https://doi.org/10.56013/jcbkp.v6i1.1953
Hadi, A., & Laras, P. B. (2021). Peran guru bimbingan dan konseling dalam pendidikan inklusi. Jurnal Selaras: Kajian Bimbingan dan Konseling serta Psikologi Pendidikan, 4(1), 17–24.
Hayati, L., Munthe, M., Lase, F., & Zebua, E. (2024). Pelaksanaan bimbingan dan konseling komprehensif dalam pendidikan inklusif. Jurnal Pedagogik dan Dinamika Pendidikan, 10(1), 12–17.
Indreswari, H., & Ediyanto, E. (2024). Guidance and counseling teachers in inclusive education: A literature review. Pegem Journal of Education and Instruction, 14(4), 325–330. https://doi.org/10.47750/pegegog.14.04.29
Ishikawa, M., & Matsumoto, M. (2022). Impact of educational guidance of inclusive education in regular classes and on teacher efficacy in India and Japan. International Journal of Asia Pacific School Psychology, 3(1), 84–94.
Kurniawati, H., Rosidah, R., & Ernawati, E. (2022). Strategi pengembangan sosial emosional anak berkebutuhan khusus. Mimbar Kampus: Jurnal Pendidikan dan Agama Islam, 22(1), 42–60. https://doi.org/10.47467/mk.v22i1.1856
Mansur, H., Utama, A. H., Mohd Yasin, M. H., Sari, N. P., Jamaludin, K. A., & Pinandhita, F. (2023). Development of inclusive education learning design in the era of Society 5.0. Social Sciences, 12(1), Article 35. https://doi.org/10.3390/socsci12010035
Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia. (2009). Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 70 Tahun 2009 tentang Pendidikan Inklusif bagi Peserta Didik yang Memiliki Kelainan dan Memiliki Potensi Kecerdasan dan/atau Bakat Istimewa. Jakarta: Kementerian Pendidikan Nasional.
Mngo, Z. Y., & Mngo, A. Y. (2018). Teachers’ perceptions of inclusion in a pilot inclusive education program: Implications for instructional leadership. Education Research International, 2018, Article 3524879. https://doi.org/10.1155/2018/3524879
Ní Bhroin, Ó., & King, F. (2020). Teacher education for inclusive education: A framework for developing collaboration for the inclusion of students with support plans. European Journal of Teacher Education, 43(1), 38–63. https://doi.org/10.1080/02619768.2019.1691993
Nurina, P. (2023). Relevansi materi agama dengan kemampuan interaksi sosial siswa autis di sekolah inklusif: Perspektif bimbingan konseling. JIEGC: Journal of Islamic Education Guidance and Counselling, 4(2), 1–13. https://doi.org/10.51875/jiegc.v4i2.255
Sailana, J. A. (2024). Systematic literature review (SLR): Peran guru bimbingan dan konseling dalam pendidikan inklusi di sekolah. Prosiding Seminar Nasional Ilmu Pendidikan, 3(1).
Setyawati, R. (2019). Pendidikan inklusi: Penerimaan siswa terhadap perilaku sosial dan emosi anak berkebutuhan khusus. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 3(1), 84–91. https://doi.org/10.31316/g.couns.v3i1.83
Witono, A. H. (2020). Peran bimbingan dan konseling dalam penyelenggaraan pendidikan inklusif. Progres Pendidikan, 1(3), 154–167. https://doi.org/10.29303/prospek.v1i3.20
Yusuf, M. M., Manullang, T. I. B., Sunardi, S., & Saripah, I. (2022). Persepsi mahasiswa program studi bimbingan dan konseling terhadap kompetensi konselor di lingkungan pendidikan inklusif. Jurnal Pendidikan Kebutuhan Khusus, 6(2), 128–137. https://doi.org/10.24036/jpkk.v6i2.637
Zhasulan, K., Akbota, A., Aziya, Z., Kazhimukhanovich, K. N., Salikbayevna, Z. M., & Aigul, S. (2022). Psychological support for children with special educational needs in an inclusive education. Cypriot Journal of Educational Sciences, 17(4), 1024–1031. https://doi.org/10.18844/cjes.v17i4.7103
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Nur Afni, Anita Cahyani, Nur Salinda, Suryanti, Ahmad Yusuf

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Penulis menyatakan bahwa:
- Semua penulis telah mengetahui dan menyetujui kebijakan ini bersama;
- Naskah artikel ini belum dipublikasikan secara resmi di jurnal atau penerbit dengan ISSN atau ISBN terdaftar, kecuali hanya berupa abstrak atau bagian dari materi kuliah, skripsi, tesis, atau disertasi yang tidak diterbitkan;
- Naskah ini tidak sedang dalam proses evaluasi di jurnal lain dan tidak dipertimbangkan untuk publikasi di tempat lain;
- Semua penulis, institusi afiliasi penulis, otoritas yang berwenang, serta lembaga yang terlibat dalam kegiatan ini telah menyetujui publikasi naskah ini;
- Naskah ini tidak melanggar hak cipta atau mengandung materi yang dapat menimbulkan sengketa hak cipta.
Perjanjian Hak Cipta dan Lisensi:
- Penulis memegang hak cipta dan hak kepemilikan atas artikel ini;
- Penulis berhak menggunakan konten artikel ini untuk karya penulis di masa depan, termasuk untuk bahan kuliah dan buku;
- Penulis memberikan hak publikasi pertama kepada jurnal di bawah lisensi Creative Commons (CC BY 4.0).
Pernyataan Lisensi CC BY 4.0
Anda bebas untuk:
- Bagikan — salin dan distribusikan ulang materi dalam media atau format apa pun untuk tujuan apa pun, bahkan komersial.
- Beradaptasi — mencampur, mengubah, dan mengembangkan materi tersebut untuk tujuan apa pun, bahkan secara komersial.
- Pemberi lisensi tidak dapat mencabut kebebasan ini selama Anda mengikuti ketentuan lisensi.
Dengan ketentuan sebagai berikut:
- Atribusi — Anda harus memberikan penghargaan yang sesuai , menyediakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan . Anda dapat melakukannya dengan cara yang wajar, tetapi tidak dengan cara yang menunjukkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
- Tidak ada batasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau tindakan teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan apa pun yang diizinkan oleh lisensi.






