Digitalisasi Kesenian Hadrah Berbasis Media Sosial Melalui Pendekatan ABCD untuk Pelestarian Budaya Lokal

Authors

  • Luluk Musfiroh Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember Author
  • Firda Ayu Ramadhani Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember Author
  • Rani Juliya Nanta Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember Author
  • Siti Hawiwik Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember Author
  • Wulan Dwi Lestari Santoso Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember Author

Abstract

Kesenian hadrah di Desa Kabuaran, Kecamatan Grujugan, Kabupaten Bondowoso, merupakan warisan budaya religius yang terintegrasi dengan kegiatan spiritual rutin seperti sholawat nariyah. Namun, minimnya dokumentasi digital membuat eksistensinya kurang dikenal di ranah publik dan berisiko tergerus zaman. Program pengabdian ini bertujuan mendigitalisasi kesenian hadrah melalui strategi media sosial berbasis pendekatan Asset Based Community Development (ABCD). Metode yang digunakan adalah kualitatif partisipatif melalui siklus 5-D: Discovery, Dream, Design, Define, dan Destiny. Hasil pelaksanaan menunjukkan transformasi signifikan dari kondisi titik nol literasi digital menjadi kemandirian pengelolaan 100%. Indikator keberhasilan fisik mencakup kepemilikan identitas digital (e-mail resmi) dan aktivasi 3 akun platform media sosial dengan total 14 konten video (6 YouTube, 6 TikTok, 2 Instagram). Hingga evaluasi awal September 2025, kanal YouTube memperoleh 117 penayangan, Instagram menjangkau 65 pemirsa, dan TikTok menjadi instrumen paling efektif dengan lebih dari 243 penayangan organik berkat pemanfaatan algoritma distribusi berbasis minat. Meskipun menghadapi kendala bahasa dan literasi awal, program ini berhasil menumbuhkan digital agency pemuda desa dalam menjaga kedaulatan narasi budaya mereka. Dengan demikian, digitalisasi berbasis aset terbukti efektif memperkuat identitas budaya lokal dan memperluas jangkauan dakwah di era siber.

Keywords:

ABCD, Digitalisasi, Hadrah, Media Sosial, Pelestarian Budaya

DOI:

https://doi.org/10.71049/vc6yn185

References

Al-Fauzan, A. (2019). Hadrah sebagai media dakwah dan ekspresi budaya lokal. Jurnal Komunikasi Islam, 9(2), 221–238.

Djawahir, A. U. (2018). Asset based community development di pesantren wisata: Implementasi strategis di PP. An-Nur 2 Al Murtadlo Malang. At-Tamkin: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(1), 23–34. https://doi.org/10.33379/attamkin.v1i1.95

Dwihantoro, P., Susanti, D., Sukmasetya, P., & Faizah, R. (2023). Digitalisasi Kesenian Njanen: Strategi Pelestarian Kebudayaan Melalui Platform Sosial Media. 4(1).

Fajarianto, O., Aulia, F., Wulandari, D., Prayitno, P. H., Syarifa, N. K., Karima, U., & Dinata, V. M. (2025). Literasi Konten Digital Untuk Pelestarian Budaya Lokal Di Desa Kebobang. SEPAKAT Sesi Pengabdian Pada Masyarakat, 5(1), 1–6. https://doi.org/10.56371/sepakat.v5i1.423

Johar Linda, Faisal, & Hatta, H. (2025). Pemberdayaan Karang Taruna Kecamatan Mallawa Melalui Inovasi Tari Pakarena Berbasis Digital Untuk Pelestarian Budaya Lokal. 4(2).

Koentjaraningrat. (2009). Pengantar ilmu antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.

Maulana, M., Muhammad, M., & Ulfa, M. (2022). Pemanfaatan Media Sosial dalam Upaya Pelestarian Kearifan Budaya Lokal di Desa Bujak Kecamatan Batukliang Kabupaten Lombok Tengah. Jurnal Pengabdian Inovasi Masyarakat Indonesia, 1(2). https://doi.org/10.29303/jpimi.v1i2.1488

Nasrullah, R. (2017). Media sosial: Perspektif komunikasi, budaya, dan sosioteknologi. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.

Niiranen, S. (2021). Supporting the development of students’ technological understanding in craft and technology education via the learning-by-doing approach. International Journal of Technology and Design Education, 31(1), 81–93. https://doi.org/10.1007/s10798-019-09546-0

Riyadiyanto & Istiqomah. (2023). Community Empowerment Through the Kampung Pangan Madani Social Innovation Program. Prospect: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, 2(3), 179–186. https://doi.org/10.55381/jpm.v2i3.178

Sedyawati, E. (2006). Budaya Indonesia: Kajian arkeologi, seni, dan sejarah. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Setiawan, A., Arifudin, R., Sugiharti, E., Sekartaji, N. A., Nugroho, P. B., & Subarkah, A. (2023). Pelatihan New Media pada Perangkat Desa Wadaslintang Wonosobo dalam Digitalisasi Promosi Wisata. ABDIMASKU : Jurnal Pengabdian Masyarakat, 6(3), 719. https://doi.org/10.62411/ja.v6i3.1556

Sulistyo, A. B. (2021). Pemanfaatan media sosial untuk promosi kesenian daerah. Jurnal Ilmu Informasi Perpustakaan Dan Kearsipan, 9(2), 109–122.

UNESCO. (2018). Culture for the 2030 agenda. Paris: UNESCO.

Yunari, A., Alaudin, M. T., Ula, A. M. N., & Amalia, F. I. (2025). Optimalisasi Pemasaran Sanggar Seni Omah Kuno Melalui Platform Digital. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(2).

Downloads

Published

07-06-2026

How to Cite

Digitalisasi Kesenian Hadrah Berbasis Media Sosial Melalui Pendekatan ABCD untuk Pelestarian Budaya Lokal. (2026). Jurnal Publikasi Pengabdian Masyarakat: Inovasi Dan Pemberdayaan, 2(1), 11-28. https://doi.org/10.71049/vc6yn185

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.