Sosialisasi Tentang Pembatasan Konsumsi Makanan Manis, Asin, dan Berlemak Pada Mahasiswa FISIP Universitas Halu Oleo
Abstract
Perubahan gaya hidup di kalangan mahasiswa mendorong meningkatnya konsumsi makanan manis, asin, dan berlemak yang berisiko menimbulkan berbagai penyakit tidak menular, seperti obesitas, hipertensi, dan diabetes melitus. Kurangnya pengetahuan gizi serta kemudahan akses terhadap makanan cepat saji menjadi faktor yang memengaruhi perilaku konsumsi tersebut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Halu Oleo mengenai pentingnya membatasi konsumsi makanan manis, asin, dan berlemak sebagai upaya pencegahan penyakit tidak menular sejak usia muda. Metode yang digunakan pembagian leaflet serta memberi sambutan, pembagian kertas quisioner, dan sesi dokumentasi bersama mahasiswa FISIP. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Juli 2025 dengan sasaran 20 mahasiswa berusia 18-21 tahun. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sebagian besar responden mampu memahami materi yang disampaikan dan menunjukkan peningkatan pengetahuan mengenai dampak konsumsi berlebihan makanan manis, asin, dan berlemak terhadap kesehatan. Media leaflet terbukti efektif sebagai sarana edukasi yang sederhana dan mudah dipahami. Kegiatan ini dapat disimpulkan bahwa edukasi gizi melalui sosialisasi dan media cetak mampu meningkatkan pengetahuan mahasiswa dan diharapkan dapat mendorong perubahan perilaku konsumsi ke arah pola makan yang lebih sehat.
Keywords:
Pengetahuan Gizi, Makanan Manis, Asin, BerlemakDOI:
https://doi.org/10.71049/jq7c6s97References
Afifah, D. N., & Suryanto, D. (2020). Edukasi gizi dan pengaruhnya terhadap pengetahuan serta sikap konsumsi makanan sehat pada remaja. Jurnal Gizi Indonesia, 8(2), 85–92.
Andjani, S., & Nadhiroh, S. R. (2025). Association between knowledge, attitudes, and practices of sugar, salt, and fat consumption among junior high school students. Journal of Nutrition and Health, 13(2), 243–249.
Arifin, Z., & Sulistyoningsih, H. (2021). Perilaku konsumsi makanan cepat saji dan faktor yang memengaruhinya pada mahasiswa. Media Gizi Indonesia, 16(1), 45–52.
Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. (2018). Laporan nasional Riskesdas 2018. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Brown, T., Moore, T. H., Hooper, L., Gao, Y., Zayegh, A., Ijaz, S., & Summerbell, C. D. (2019). Interventions for preventing obesity in children and adolescents. Cochrane Database of Systematic Reviews, 7, CD001871.
Contento, I. R. (2016). Nutrition education: Linking research, theory, and practice (3rd ed.). Jones & Bartlett Learning.
Dewi, R. K., & Lestari, W. (2022). Efektivitas media leaflet terhadap peningkatan pengetahuan gizi seimbang pada mahasiswa. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 17(2), 101–108.
Glanz, K., Rimer, B. K., & Viswanath, K. (2015). Health behavior: Theory, research, and practice (5th ed.). Jossey-Bass.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Profil kesehatan Indonesia tahun 2020. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Pedoman gizi seimbang. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Lestari, N. P., & Rahmawati, I. (2021). Hubungan pengetahuan gizi dengan perilaku makan pada mahasiswa. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 16(3), 289–296.
Nugroho, A., & Handayani, O. W. K. (2020). Promosi kesehatan dan perubahan perilaku makan pada usia dewasa muda. Public Health Perspective Journal, 5(2), 75–82.
Poltekkes Kementerian Kesehatan Yogyakarta. (2021). Strategi implementasi pencantuman informasi kandungan gula, garam, dan lemak. Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
Popkin, B. M., Corvalan, C., & Grummer-Strawn, L. M. (2020). Dynamics of the double burden of malnutrition. The Lancet, 395(10217), 65–74.
Puskesmas Meninting. (2023). Batasi konsumsi makanan manis, asin, dan berlemak. Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Barat.
Sari, M., & Fitriani, A. (2023). Edukasi gizi sebagai upaya pencegahan penyakit tidak menular pada mahasiswa. Jurnal Pengabdian Kesehatan, 4(1), 12–18.
Story, M., Kaphingst, K. M., Robinson-O’Brien, R., & Glanz, K. (2008). Creating healthy food and eating environments. Annual Review of Public Health, 29, 253–272.
World Health Organization. (2020). Guideline: Salt, sugar and fat intake for adults and children. World Health Organization.
World Health Organization, & Food and Agriculture Organization. (2019). Diet, nutrition and the prevention of chronic diseases. World Health Organization.
Yusuf, A., & Prasetyo, B. (2022). Pendidikan gizi dan perubahan pola konsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak. Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik, 11(2), 134–141.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Muh. Ilmi Fajri Anata A. Fajri, Irma Yunawati, S.KM., M.P.H. (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Penulis menyatakan bahwa:
- Semua penulis telah mengetahui dan menyetujui kebijakan ini bersama;
- Naskah artikel ini belum dipublikasikan secara resmi di jurnal atau penerbit dengan ISSN atau ISBN terdaftar, kecuali hanya berupa abstrak atau bagian dari materi kuliah, skripsi, tesis, atau disertasi yang tidak diterbitkan;
- Naskah ini tidak sedang dalam proses evaluasi di jurnal lain dan tidak dipertimbangkan untuk publikasi di tempat lain;
- Semua penulis, institusi afiliasi penulis, otoritas yang berwenang, serta lembaga yang terlibat dalam kegiatan ini telah menyetujui publikasi naskah ini;
- Naskah ini tidak melanggar hak cipta atau mengandung materi yang dapat menimbulkan sengketa hak cipta.
Perjanjian Hak Cipta dan Lisensi:
- Penulis memegang hak cipta dan hak kepemilikan atas artikel ini;
- Penulis berhak menggunakan konten artikel ini untuk karya penulis di masa depan, termasuk untuk bahan kuliah dan buku;
- Penulis memberikan hak publikasi pertama kepada jurnal di bawah lisensi Creative Commons (CC BY 4.0).
Pernyataan Lisensi CC BY 4.0
Anda bebas untuk:
- Bagikan — salin dan distribusikan ulang materi dalam media atau format apa pun untuk tujuan apa pun, bahkan komersial.
- Beradaptasi — mencampur, mengubah, dan mengembangkan materi tersebut untuk tujuan apa pun, bahkan secara komersial.
- Pemberi lisensi tidak dapat mencabut kebebasan ini selama Anda mengikuti ketentuan lisensi.
Dengan ketentuan sebagai berikut:
- Atribusi — Anda harus memberikan penghargaan yang sesuai , menyediakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan . Anda dapat melakukannya dengan cara yang wajar, tetapi tidak dengan cara yang menunjukkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
- Tidak ada batasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau tindakan teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan apa pun yang diizinkan oleh lisensi.





