Alternatif Pakan Ternak Berkelanjutan Melalui Budidaya Maggot Dari Sisa Sampah Organik
Abstract
Sampah merupakan permasalahan yang selalu ada dalam kehidupan sehari-hari, baik di perkotaan maupun di pedesaan. Rata-rata kota besar di Indonesia menghasilkan puluhan ton sampah setiap harinya. Sampah yang dibuang ke tempat pembuatan akhir (TPA) dengan open dumping (kelola sampah di tempat terbuka tanpa penutup) dapat mencemari lingkungan. Untuk mengurai kemanfaatan dari sampah organik, perlu dilakukan sosialisasi, edukasi, sampai menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Di Sumberwringin ditemukan permasalahan sampah. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat dengan metode ABCD (Asset Based Community Development), dilaksanakan upaya pemberdayaan dan perbaikan dengan budidaya maggot. Dari hasil diskusi dengan warga masyarakat, maka ditemukan alternatif pemecahan masalah untuk mengurai sampah. Memberikan pengetahuan kepada masyarakat desa mengenai alternatif pembuangan limbah organik yang ramah lingkungan dan menawarkan berbagai manfaat lain yaitu dengan melakukan budidaya maggot. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian yang dilaksanakan berhasil, karena telah mencapai kriteria keberhasilan yang ditetapkan dimana terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat sasaran sebesar ≥80% dari total tahapan kegiatan sebelumnya.
Keywords:
Maggot, Pakan Ternak, Sampah OrganikDOI:
https://doi.org/10.71049/gyx92c19Downloads
Published
Issue
Section
License
Penulis menyatakan bahwa:
- Semua penulis telah mengetahui dan menyetujui kebijakan ini bersama;
- Naskah artikel ini belum dipublikasikan secara resmi di jurnal atau penerbit dengan ISSN atau ISBN terdaftar, kecuali hanya berupa abstrak atau bagian dari materi kuliah, skripsi, tesis, atau disertasi yang tidak diterbitkan;
- Naskah ini tidak sedang dalam proses evaluasi di jurnal lain dan tidak dipertimbangkan untuk publikasi di tempat lain;
- Semua penulis, institusi afiliasi penulis, otoritas yang berwenang, serta lembaga yang terlibat dalam kegiatan ini telah menyetujui publikasi naskah ini;
- Naskah ini tidak melanggar hak cipta atau mengandung materi yang dapat menimbulkan sengketa hak cipta.
Perjanjian Hak Cipta dan Lisensi:
- Penulis memegang hak cipta dan hak kepemilikan atas artikel ini;
- Penulis berhak menggunakan konten artikel ini untuk karya penulis di masa depan, termasuk untuk bahan kuliah dan buku;
- Penulis memberikan hak publikasi pertama kepada jurnal di bawah lisensi Creative Commons (CC BY 4.0).
Pernyataan Lisensi CC BY 4.0
Anda bebas untuk:
- Bagikan — salin dan distribusikan ulang materi dalam media atau format apa pun untuk tujuan apa pun, bahkan komersial.
- Beradaptasi — mencampur, mengubah, dan mengembangkan materi tersebut untuk tujuan apa pun, bahkan secara komersial.
- Pemberi lisensi tidak dapat mencabut kebebasan ini selama Anda mengikuti ketentuan lisensi.
Dengan ketentuan sebagai berikut:
- Atribusi — Anda harus memberikan penghargaan yang sesuai , menyediakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan . Anda dapat melakukannya dengan cara yang wajar, tetapi tidak dengan cara yang menunjukkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
- Tidak ada batasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau tindakan teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan apa pun yang diizinkan oleh lisensi.





