Penggunaan Media Kancing Gemerincing dalam Meningkatkan Hasil Belajar Matematika
Abstract
Banyak siswa kelas I SD masih mengalami kesulitan signifikan dalam memahami konsep dasar matematika, khususnya penjumlahan dan pengurangan dua bilangan, yang menjadi fondasi penting bagi kemampuan matematika selanjutnya dan keberhasilan akademik mereka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi pengaruh penggunaan media kancing gemerincing dalam meningkatkan hasil belajar matematika siswa. Penelitian ini dilakukan di UPT SDN 097 Katokkoan dengan subjek siswa kelas I yang berjumlah 12 orang. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi, di mana media kancing gemerincing digunakan dalam pembelajaran matematika untuk meningkatkan partisipasi dan pemahaman siswa. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan antara siklus pertama dan kedua, dengan rata-rata nilai siswa pada siklus pertama sebesar 61,67% dan meningkat menjadi 85% pada siklus kedua, yang memenuhi standar ketuntasan minimal 70%. Peningkatan ini menunjukkan bahwa media kancing gemerincing efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa dalam materi penjumlahan dan pengurangan. Penggunaan media kancing gemerincing dapat meningkatkan hasil belajar dan motivasi siswa, sehingga metode ini layak diterapkan secara luas untuk mendukung pembelajaran matematika yang lebih efektif dan menyenangkan di sekolah dasar. Disarankan untuk menggunakan media kancing gemerincing secara lebih luas dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar, serta meningkatkan penerapan metode pembelajaran kooperatif untuk memperbaiki keterlibatan siswa.
Keywords:
Hasil Belajar, Matematika, Media Pembelajaran, Kancing Gemerincing, Pembelajaran KooperatifDOI:
https://doi.org/10.71049/0bze3y92References
Abdurrahman, Mulyono. (2023). Pendidikan bagi anak berkesulitan belajar. Jakarta: Rineka Cipta.
Anggara, M., & Samsudin, A. (2023). Penerapan model pembelajaran project based learning untuk mengetahui gambaran pemahaman konsep penjumlahan siswa kelas 1 sekolah dasar: model project based learning, pemahaman konsep penjumlahan, siswa kelas 1 SD. Sebelas April Elementary Education, 2(1), 62–71. https://ejournal.unsap.ac.id/index.php/saee/article/view/600
Anggraeni, P., Miyono, N., & Setyawati, R. D. (2023). Penerapan model pembelajaran project based learning materi penjumlahan siswa kelas 1 sekolah dasar Tlogosari Kulon 01 Semarang. AS-SABIQUN, 5(3), 695–703. https://doi.org/10.36088/assabiqun.v5i3.3281
Arianita, Y., Susanta, A., & Koto, I. (2023). Pengembangan lembar kerja siswa terintegrasi dengan pendekatan matematika realistik pada materi bilangan di kelas 1 sekolah dasar. Jurnal Kajian Pendidikan Dasar (Kapedas), 2(1), 126–135. https://doi.org/10.33369/kapedas.v2i1.26462
Awaludin, A. A. R., dkk. (2021). Teori dan aplikasi pembelajaran matematika di SD/MI. Aceh: Yayasan Penerbit Muhammad Zaini.
Depdiknas. (2016). Teknik penilaian di SD. Jakarta: Dirjen Dikti Depdiknas.
Djaelani, & Wiyono, E. (2008). Matematika untuk SD MI Kelas 1. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.
G, M. A. (2020). Pengaruh penerapan metode jarimatika terhadap kemampuan berhitung bilangan bulat positif pada siswa kelas IVA MIN Malawele. Jurnal Panrita, 1–10.
Isrok’atun. (2021). Memahami konsep dasar matematika untuk PGSD. Jakarta: Bumi Aksara.
Kunandar. (2012). Penilaian otentik. Jakarta: Rajawali Pers.
Sari, K., Fatonah, K., & Halim, A. (2025). Peningkatan kemampuan numerasi siswa melalui program kampus mengajar di SD Negeri 65 Kompang. Jurnal Ilmiah Kampus Mengajar, 5(1), 33–42. https://doi.org/10.56972/jikm.v5i1.220
Slameto. (1995). Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Jakarta: Bina Aksara.
Sri, M., & Haniv, E. (2020). Pembelajaran matematika melalui media game Quizizz untuk meningkatkan hasil belajar matematika SMP 2 Bojonegara. Gauss: Jurnal Pendidikan Matematika, 64–73.
Sugiono. (2012). Metode penelitian. Bandung: Alfabeta.
Syafdaningsih, & Utami, F. M. (2020). Pembelajaran matematika anak usia dini. Tasikmalaya: Edu Publisher.
Yayuk, E., & Prasetyo, S. (2020). Kajian matematika SD. Malang: UMMPress.
YeaRimDang. (2021). Why? Matematika 1 - Angka dan Penghitungan. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.
Zainal Aqib, et al. (2009). Penelitian tindakan kelas. Bandung: CV Yrama Widya.
Fitricia, S., Imansyah, F., & Syaflin, S. L. (2022). Pengaruh model talking chips (kancing gemerincing) terhadap hasil belajar peserta didik kelas IV pada subtema indahnya keragaman budaya negeriku. Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK), 4(6), 245–251.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Sukriati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Penulis menyatakan bahwa:
- Semua penulis telah mengetahui dan menyetujui kebijakan ini bersama;
- Naskah artikel ini belum dipublikasikan secara resmi di jurnal atau penerbit dengan ISSN atau ISBN terdaftar, kecuali hanya berupa abstrak atau bagian dari materi kuliah, skripsi, tesis, atau disertasi yang tidak diterbitkan;
- Naskah ini tidak sedang dalam proses evaluasi di jurnal lain dan tidak dipertimbangkan untuk publikasi di tempat lain;
- Semua penulis, institusi afiliasi penulis, otoritas yang berwenang, serta lembaga yang terlibat dalam kegiatan ini telah menyetujui publikasi naskah ini;
- Naskah ini tidak melanggar hak cipta atau mengandung materi yang dapat menimbulkan sengketa hak cipta.
Perjanjian Hak Cipta dan Lisensi:
- Penulis memegang hak cipta dan hak kepemilikan atas artikel ini;
- Penulis berhak menggunakan konten artikel ini untuk karya penulis di masa depan, termasuk untuk bahan kuliah dan buku;
- Penulis memberikan hak publikasi pertama kepada jurnal di bawah lisensi Creative Commons (CC BY 4.0).
Pernyataan Lisensi CC BY 4.0
Anda bebas untuk:
- Bagikan — salin dan distribusikan ulang materi dalam media atau format apa pun untuk tujuan apa pun, bahkan komersial.
- Beradaptasi — mencampur, mengubah, dan mengembangkan materi tersebut untuk tujuan apa pun, bahkan secara komersial.
- Pemberi lisensi tidak dapat mencabut kebebasan ini selama Anda mengikuti ketentuan lisensi.
Dengan ketentuan sebagai berikut:
- Atribusi — Anda harus memberikan penghargaan yang sesuai , menyediakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan . Anda dapat melakukannya dengan cara yang wajar, tetapi tidak dengan cara yang menunjukkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
- Tidak ada batasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau tindakan teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan apa pun yang diizinkan oleh lisensi.






