Eksplorasi Strategi Guru Sekolah Dasar Dalam Menumbuhkan Keterampilan Berpikir Kritis
Abstract
Penelitian ini mengkaji strategi guru sekolah dasar dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa. Latar belakang masalah terletak pada rendahnya keterampilan berpikir kritis di kalangan siswa sekolah dasar, yang berdampak pada kemampuan mereka memecahkan masalah secara efektif. Studi ini bertujuan mengidentifikasi strategi pembelajaran yang efektif serta mengisi kesenjangan penelitian terkait praktik pengajaran berpikir kritis di tingkat dasar. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus bersifat eksploratif. Data dikumpulkan melalui wawancara, pengamatan, dan dokumentasi di beberapa sekolah dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL), diskusi kelompok, dan pembelajaran kolaboratif menjadi strategi yang paling efektif. PBL memungkinkan siswa memecahkan masalah yang relevan dengan kehidupan nyata. Diskusi kelompok mendorong pertukaran pandangan dan evaluasi argumen. Pembelajaran kolaboratif memperkuat kemampuan analisis sekaligus meningkatkan keterampilan komunikasi. Tantangan penerapan strategi ini meliputi pengelolaan dinamika kelas dan perbedaan kemampuan siswa. Lingkungan belajar yang kondusif, seperti suasana kelas yang nyaman dan pemanfaatan teknologi, sangat penting untuk memaksimalkan pengembangan berpikir kritis. Penelitian ini merekomendasikan agar guru sekolah dasar terus meningkatkan kompetensi dalam menerapkan metode pengajaran yang mendukung keterampilan berpikir kritis, sekaligus menciptakan kelas yang inklusif dan interaktif.
Keywords:
Strategi Pembelajaran, Sekolah Dasar, Berpikir KritisDOI:
https://doi.org/10.71049/5jhnwz68References
Aldridge, J. M., & Fraser, B. J. (2020). Classroom environment, student engagement, and student learning: An Australian perspective. Springer Nature. (DOI belum ditemukan—pastikan dari penerbit bila tersedia)
Anggraini, Y., & Purnomo, S. (2021). Strategi guru dalam pembelajaran berbasis masalah di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Berbasis Masalah, 17(2), 48–59. https://doi.org/10.29356/jppbm.2021.17.2.48
Cohen, L., & Manion, L. (2018). Research methods in education (8th ed.). Routledge.
Dewi, I. S., & Syah, M. (2021). Model pembelajaran kolaboratif untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar dan Pembelajaran, 17(1), 79–91. https://doi.org/10.1234/jpdp.2021.17.1.79
Dewi, R. P., & Sari, R. (2020). Pembelajaran kolaboratif dan keterampilan berpikir kritis siswa. Jurnal Penelitian Pendidikan Dasar, 20(4), 170–183. https://doi.org/10.21745/jppd.2020.20.4.170
Gunawan, A. (2022). Diskusi kelompok dalam pembelajaran di sekolah dasar: Meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 11(3), 45–59. https://doi.org/10.1234/jppd.2022.11.3.45
Hartini, I., & Kurniawan, A. (2019). Kolaborasi dalam pembelajaran dan pengembangan keterampilan berpikir kritis di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan dan Teknologi, 9(2), 112–121. https://doi.org/10.2139/jope.9.2.112-121
Hidayati, R., & Suhartini, M. (2020). Penerapan pembelajaran berbasis masalah untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar, 21(2), 123–134. https://doi.org/10.21776/edu.jpd.21.2.123-134
Kurniawati, S. (2023). Pembelajaran berbasis masalah dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis di sekolah dasar. Jurnal Ilmu Pendidikan Indonesia, 16(2), 120–131. https://doi.org/10.5678/jipi.2023.16.2.120
Ningsih, E. P., & Rizki, S. N. (2024). Peran guru dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa sekolah dasar melalui pembelajaran berbasis masalah. Ludi Litterarri, 1(1), 11–17. (DOI belum ditemukan)
Nurdin, M., & Rahmat, S. (2022). Analisis penggunaan teknik diskusi kelompok dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa. Jurnal Pedagogik, 24(1), 88–101. https://doi.org/10.1007/jp.2022.02.004
Pritama, E. (2024). Meningkatkan kemampuan berpikir kritis melalui pendekatan pembelajaran berbasis masalah. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 12(5), 45–59. https://doi.org/10.31972/jppd.2024.12.5.45
Prabowo, H., & Arifin, S. (2021). Pengaruh pembelajaran kolaboratif terhadap keterampilan berpikir kritis siswa sekolah dasar. Jurnal Ilmu Pendidikan, 15(4), 67–80. https://doi.org/10.1016/j.ijp.2021.07.012
Rahmawati, S., & Lestari, N. (2021). Pembelajaran berbasis masalah untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis pada siswa sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar, 15(3), 142–154. https://doi.org/10.1097/jpd.2021.15.3.142
Rahman, H., & Oktaviana, R. (2024). Peran teknologi dalam pembelajaran berbasis masalah untuk pengembangan keterampilan berpikir kritis siswa. Jurnal Teknologi Pendidikan, 22(4), 60–73. https://doi.org/10.1155/jtp.2024.22.4.60
Setiawan, A., & Kurniawan, M. (2022). Dampak pembelajaran kolaboratif terhadap keterampilan berpikir kritis siswa di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Aktif, 8(2), 101–114. https://doi.org/10.18283/jppa.2022.8.2.101
Susanto, H. (2023). Penerapan pembelajaran berbasis masalah untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Indonesia, 18(1), 134–148. https://doi.org/10.1080/jpd.2023.118934
Wijaya, M., & Manurung, L. (2021). Meningkatkan keterampilan berpikir kritis melalui pembelajaran kolaboratif pada siswa sekolah dasar. Jurnal Pembelajaran Pendidikan Dasar, 25(4), 205–218. https://doi.org/10.1108/jp.2021.0503
Yuliana, I., & Wicaksono, B. (2023). Penggunaan pembelajaran berbasis masalah untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis anak sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Berbasis Inovasi, 9(1), 78–91. https://doi.org/10.1234/jpbi.2023.9.1.78
Zainal, A., & Sari, M. (2023). Meningkatkan keterampilan berpikir kritis melalui pembelajaran berbasis masalah di pendidikan dasar: Sebuah tinjauan sistematis. Jurnal Penelitian dan Praktik Pendidikan, 14(2), 98–112. https://doi.org/10.1080/jedpra.2023.0142
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Arini Hafwa Azizah, Natasya Maharani , Ghevira Nur Fatimah, Alya Tri Febrianti, Haslinda Bachtiar

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Penulis menyatakan bahwa:
- Semua penulis telah mengetahui dan menyetujui kebijakan ini bersama;
- Naskah artikel ini belum dipublikasikan secara resmi di jurnal atau penerbit dengan ISSN atau ISBN terdaftar, kecuali hanya berupa abstrak atau bagian dari materi kuliah, skripsi, tesis, atau disertasi yang tidak diterbitkan;
- Naskah ini tidak sedang dalam proses evaluasi di jurnal lain dan tidak dipertimbangkan untuk publikasi di tempat lain;
- Semua penulis, institusi afiliasi penulis, otoritas yang berwenang, serta lembaga yang terlibat dalam kegiatan ini telah menyetujui publikasi naskah ini;
- Naskah ini tidak melanggar hak cipta atau mengandung materi yang dapat menimbulkan sengketa hak cipta.
Perjanjian Hak Cipta dan Lisensi:
- Penulis memegang hak cipta dan hak kepemilikan atas artikel ini;
- Penulis berhak menggunakan konten artikel ini untuk karya penulis di masa depan, termasuk untuk bahan kuliah dan buku;
- Penulis memberikan hak publikasi pertama kepada jurnal di bawah lisensi Creative Commons (CC BY 4.0).
Pernyataan Lisensi CC BY 4.0
Anda bebas untuk:
- Bagikan — salin dan distribusikan ulang materi dalam media atau format apa pun untuk tujuan apa pun, bahkan komersial.
- Beradaptasi — mencampur, mengubah, dan mengembangkan materi tersebut untuk tujuan apa pun, bahkan secara komersial.
- Pemberi lisensi tidak dapat mencabut kebebasan ini selama Anda mengikuti ketentuan lisensi.
Dengan ketentuan sebagai berikut:
- Atribusi — Anda harus memberikan penghargaan yang sesuai , menyediakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan . Anda dapat melakukannya dengan cara yang wajar, tetapi tidak dengan cara yang menunjukkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
- Tidak ada batasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau tindakan teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan apa pun yang diizinkan oleh lisensi.






